Koma.id- Pernyataan Menko Polhukam, Mahfud MD, mengenai oknum polisi nakal yang masih menjadi perdebatan viral di media sosial. Dalam video yang beredar, Mahfud MD, yang kini resmi menjadi cawapres Ganjar Pranowo itu dengan tegas menyatakan bahwa dari jumlah polisi yang mencapai 700.000, oknum nakal hanya sebagian kecil.
“Hanya sekitar 0,001% dari total polisi yang mungkin nakal, selebihnya baik-baik,” kata Mahfud dalam videonya yang dikutip.
Menurut Mahfud semestinya, masyarakt juga melihat polisi dalam perpektif humanisme yang lain seperti ia mencontohkan ada anggota Polisi yang bukan perwira namun memberikan contoh nyata dengan menyumbangkan gajinya kepada para orang tua jompo.
Tak hanya itu, ada juga cerita polisi yang berkendara sepeda motor ‘eklek-elek’ alias motor buntut namun memiliki hati yang tulus. Lantaran membangun rumah yatim dan memberikan makan hari-harinya dengan penuh kasih sayang.
“Saudara pikirnya Sambo aja. Banyak kok yang bagus. Sekarang begini aman karena banyak polisi yang baik,” ungkap Mahfud.
Mahfud menekankan, masyarakat perlu mengubah perspektif mereka tentang Polisi. Mengingat banyak polisi yang berdedikasi tinggi untuk menjaga keamanan.
Sebaliknya, jika polisi diperlakukan tidak adil, seperti dihina atau dicap jelek, dampaknya bisa sangat buruk. Contohnya andaikan Kapolri mengumumkan anggotanya mogok setengah hari, dalam waktu singkat, negara bisa langsung bubar lantaran meluasnya kasus kejahatan.
“Saudara belum setengah hari negara sudah hancur. Karena kalau ada orang perkosa orang dilapor polisinya cuti. Kantor Presidennya diganggu, setelah 6 jam buka selesai sudah bubar negara,” tandasnya.
Jadi, Mahfud MD mengajak semua pihak agar jangan memandang semua Polisi dengan mata buruk, karena banyak di antara mereka yang menjalankan tugas dengan baik dan penuh dedikasi. Sekarang saatnya mendukung perubahan positif dan bersama-sama membangun sistem yang lebih baik.
“Kamu nggak apa-apa punya pemerintah jahat daripada tidak ada pemerintah gitu kira-kira kalau lalu Sunnah Wal Jamaah itu memahaminya. Tidak Fatalis lalu babad habis babad habis pelan-pelan tegas tetapi jelas arah nya teratur dan terukur,” pungkasnya.



