JCCNetwork.id– Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Adisutjipto Yogyakarta memfasilitasi para petani untuk memanfaatkan lahan di sekitar area bandara. Kegiatan ini dilakukan agar sejalan dengan kebijakan prioritas pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan pangan dengan target kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan yang digelar di lahan ketahanan pangan Lanud Adisutjipto, pada Rabu (27/9/2023), dihadiri Pemda DIY dan DPRD DIY yang turut melakukan Pindah Tanam Tahap II tanaman melon madu jenis Alina F1 dan pelepasan benih ikan.
“Lahan TNI AU yang tidak digunakan untuk penerbangan seluas 60 hektar, baru sebagian yang ditanami padi, palawija, cabai dan ada juga yang kita tanami buah-buahan,” ungkap Danlanud Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Dedy Susanto, Selasa (26/9/2023).
Dedy berharap kegiatan ini disuport Pemda DIY dalam artian memfasilitasi Kelompok Tani di sekitar Lanud Adisutjipto yang lahannya semakin kecil. Sebab dari hasil pertanian di lahan Lanud Adisutjipto ujung-ujungnya akan kembali ke masyarakat Yogyakarta.
“Para petani kita fasilitasi lahan yang ada di Lanud Adisutjipto. Kita berusaha menggalang teman-teman, harapan kita petani yang lahannya mungkin sudah dialihkanfungsikan bisa kita ajak mengerjakan lahan Lanud,” ujarnya.
Dedy menyampaikan, TNI AU juga memiliki lahan di Pangkalan Udara Gading Gunungkidul dengan luas sekitar 10 hektar. Namun kendalanya adalah keterbatasan air bila digunakan untuk lahan pertanian.
Berbeda dengan Lanud Adisutjipto, dialiri air dari dua sungai pada sisi barat dan timur yang tidak pernah kering, sehingga tepat mendukung pertanian.
Selain itu, lanjut Dedy keberadaan Lahan Ketahanan Pangan Dispotdirga Lanud Adisutjipto Yogyakarta juga bisa bermanfaat untuk edukasi para personel TNI AU.
“Sebab pada saatnya nanti mereka akan pensiun. Kita bekali mereka bagaimana bertani dan beternak, syukur bisa mengembangkannya ketika pensiun, sehingga tidak jenuh dan punya kesibukan,” jelas Dedy.



