JCCNetwork.id– Momentum peringatan HUT ke-78 Republik Indonesia mengambil dimensi politik yang mengguncangkan, saat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar acara jalan sehat yang penuh semangat di Salatiga, Jawa Tengah. Sorotan tak lepas dari kehadiran bacapres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan.
Dalam acara jalan sehat itu, Anies menyebut, untuk menjaga kebugaran fisik setiap orang perlu melakukan olahraga salah satunya jalan sehat dan bukan jalan santai.
“Kegiatan jalan sehat, ini namanya sudah betul, jangan pakai nama jalan santai, karena Republik Indonesia ini sedang tidak perlu santai-santai,” ujar Anies, Minggu (13/8/2023).
Anies memaparkan visi besar mengenai Indonesia yang diwarnai oleh perubahan di berbagai sektor. Visi ini merangkum pendidikan berkualitas, akses harga pangan yang terjangkau, serta pelayanan kesehatan yang terjangkau.
“Kita perlu perubahan, kita ingin ibu-ibu rumah tangga memiliki pasokan pangan yang harganya murah, dan stabil karena itu perlu perubahan. Kita ingin juga petani, peternak, nelayan, dan petani kebun bisa hidup enak, nyaman dengan memiliki tabungan, rumah tangga- rumah tangga dapat kebutuhan pokok yang terjangkau,” ungkap Anies.
Maka Anies mendorong masyarakat Jawa Tengah untuk bersatu dalam upaya bersama mencapai transformasi. Sebab itu semuanya berpusat pada peran penting dari amanah yang dipercayakan pada mereka dalam membawa perubahan ini.
“Harus ikhtiarkan sama-sama, kita harus bersama-sama berjuang untuk memenangkan. Kita semua tau kalau amanah itu ada, kita bisa buat perubahan. Sebaliknya, kalau amanah itu tidak ada, ya cuma bisa meramaikan saja, tidak bisa jadi perubahan,” kata dia.
Dalam mengakui status Salatiga sebagai kota kedua yang paling toleran di Indonesia, Anies merangkatkan perdebatan dengan menyoroti pentingnya mempertahankan toleransi dan persatuan. Ia menegaskan peran keadilan dalam memperkuat toleransi tersebut.
“Salatiga menjadi kota paling toleran nomor 2 di Indonesia. Oleh karena itu, toleransi ini harus selalu kita jaga, persatuan itu hanya bisa kita pertahankan kalau ada rasa keadilan, toleransi itu hanya bisa kita pertahankan kalau ada rasa keadilan. Kalau tidak ada keadilan sulit untuk bersatu. Ini yang ingin kita perjuangkan terus di Indonesia, Indonesia yang berkeadilan,” pungkasnya.



