JCCNetwork.id- Pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia semakin dekat, namun bursa calon wakil presiden (cawapres) masih menghadirkan banyak tanda tanya. Meskipun Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto telah menyatakan niat mereka untuk maju sebagai calon presiden pada 2024, belum ada kepastian mengenai siapa yang akan menjadi pendamping mereka.
Dalam hal cawapres pendamping Anies Baswedan, muncul satu nama baru yang menarik perhatian, yaitu Yenny Wahid, putri dari Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Namun, Yenny enggan memberikan banyak komentar mengenai spekulasi tersebut. Dengan sikap diplomatis, ia menegaskan bahwa telah menjalin komunikasi dengan semua partai politik dan tokoh-tokoh politik di Indonesia.
“Ya ditanya aja sama yang mengajukan. Saya semua parpol, saya komunikasi dengan semua tokoh-tokoh partai, semua tokoh politik dan biasa semua, saya komunikasi dengan semua,” kata Yenny dilansir Detiknews, Minggu (9/7/2023).
Di sisi lain, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dikabarkan telah menyerahkan beberapa nama kandidat yang berpotensi menjadi cawapres pendamping Ganjar dalam Pilpres 2024. Ada tiga nama yang disebut sebagai calon yang potensial, yaitu Mahfud MD, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menparekraf Sandiaga Uno. Ketiga nama ini termasuk dalam daftar 10 nama yang pernah disinggung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
“Pendekatan-pendekatan personal itu kan juga diperlukan sehingga nantinya ketika dilakukan pembahasan secara bersama-sama itu istilahnya buat capresnya juga tidak kawin paksa,” kata Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto di Jakarta, Kamis (6/7/2023).
Sementara itu, Prabowo Subianto telah menjalin komunikasi sejak lama dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) untuk Pilpres 2024. Namun, hingga saat ini, Gerindra dan PKB masih belum menentukan sosok cawapres yang akan mendampingi Prabowo. Meskipun demikian, PKB tetap menyodorkan nama Cak Imin sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo.
Di samping itu, baru-baru ini, Partai Golkar dikabarkan mengusulkan Airlangga Hartarto sebagai calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo.
“Mungkin sekali sudah diusulkan (Airlangga bakal cawapres Prabowo), tapi tentu (belum) diputuskan. Sambil melihat dinamika lain, usulan-usulan lain,” ujar Waketum Gerindra Habiburokhman di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (10/7/2023).
Meskipun demikian, Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) tetap terbuka terhadap berbagai usulan. Salah satunya adalah jika Partai Amanat Nasional (PAN) mengusulkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sebagai pendamping Prabowo.



