JCCNetwork.id– Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengemukakan, kalangan terpelajar dan mahasiswa menjadi titik fokus pengembangan perusahaan dengan inovasi baru agar dapat mendorong Indonesia menjadi negara maju di tahun 2045.
“Meski UMKM kita sangat besar mencapai 64 juta pelaku, tetapi rasio jumlah wirausaha baru 3,47 persen. Padahal untuk menjadi negara maju minimal mencapai 4 persen rasio kewirausahaan. Presiden pun meminta dari kalangan terdidik, mahasiswa, sarjana, untuk terjun menjadi wirausaha karena persaingan industri saat ini persaingan ide kreatif,” kata Teten, Senin (15/5/2023).
Teten menuturkan bahwa setiap tahun ada setidaknya 3,5 juta lulusan pendidikan yang berebut masuk mencari kerja.
“Kalau pertumbuhan ekonomi rata-rata 5 persen yang terserap hanya 2 juta, sisanya 1,5 juta tidak bisa ditampung. Di kampus, mahasiswa harus diubah pola pikirnya yaitu untuk mencetak lapangan kerja bukan mencari kerja,” jelas Teten.
Melalui survei menyatakan, sebanyak 72 persen mahasiswa ingin menjadi pengusaha.
Maka itu, menurut Teten, yang menjadi dasar bagi Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) dalam membidik entrepreneur dari kalangan perguruan tinggi, mengingat persaingan ke depan semakin kompetitif sehingga wirausaha harus punya kemampuan bersaing di pasar global.
“Kota Medan sejarahnya memang dibangun oleh para pebisnis, di mana tembakau kualitas unggul di dunia ada di Sumatera Utara, Medan. Sebanyak 3.800 petani tembakau dari Eropa mengelola tembakau yang kemudian ekspor. Medan punya sejarah panjang sebagai kota bisnis,” tutupnya.



