Bupati Mukomuko, Sapuan menyatakan meskipun penggunaan DBH Sawit bersifat fleksibel, namun daerah tersebut akan memusatkan perhatiannya pada pembangunan infrastruktur perkebunan.
“Paling tidak fokus infrastruktur pembangunan akses jalan kebun warga karena,” ujarnya.
Sekarang ini alokasi DBH sawit untuk Kabupaten Mukomuko masih dalam proses formulasi di pemerintah pusat melalui kementerian keuangan.
“Insyha Allah Mukomuko menerima penyaluran DBH Sawit dari pemerintah pusat, dan direncanakan tahun 2023. Sekarang DBH Sawit masih proses formulasi di Kementerian Keuangan,” katanya.
Terkait dengan besaran DBH Sawit yang akan diterima oleh Pemerintah Kabupaten Mukomuko, ia mengatakan, pihaknya masih menunggu petunjuk dari pusat yang sedang melakukan proses formulasi dana tersebut.
Ia mengatakan, kalau dari kriteria yang ada, idealnya kabupaten yang berada sejauh 270 kilometer sebelah utara Kota Bengkulu mendapatkan DBH Sawit lebih besar dibandingkan kabupaten lain di Provinsi Bengkulu.
Adapun Kabupaten Mukomuko merupakan daerah sumber kebun, daerah penghasil minyak mentah kelapa sawit atau CPO, dan berada di perbatasan Provinsi Bengkulu dengan Sumatera Barat.
Selain itu, ia menyebutkan, produksi CPO di daerah ini sebanyak 48 ribu ton per bulan dan cangkang kelapa sawit sebanyak 200 ribu ton per tahun.
























