JCCNetwork.id- Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, mengatakan jangan sampai, hanya ada satu pasangan calon dalam Pilpres 2024.
Jadi walau koalisi gemuk mewacanakan penggabungan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dan PDI Perjuangan, tetap minimal dua pasangan capres dan cawapres.
“Jadi kalau koalisi besar bisa akhirnya hanya satu pasangan. Itu harus dipikirkan juga, harus tetap minimal ada dua pasangan,” kata kata Yusril di Kantor DPP PAN, Jakarta, Kamis (13/4/2023) malam.
Yusril menekankan, apabila hanya ada satu pasangan capres dan cawapres, maka akan menjadi persoalan bagi konstitusi Indonesia.
Untuk itu, lanjut Yusril, saat bertemu Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan keduanya sempat membahas saol hal tersebut.
“Presiden tanggal 20 Oktober sudah selesai, besok siapa yang bertanggung jawab di negara ini? Itu tadi kami dengan PAN sepakat untuk kapan-kapan bertemu, berdiskusi mengatasi krisis seperti bagaimana tadi kami contohkan pada tahun 1998,” pungkasnya.



