Bangun Ruas Jalan 3T Malut Bakal Telan Uang Rp29 Miliar

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pemprov Maluku Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menganggarkan sejumlah dana sebesar Rp29,4 miliar untuk pembangunan dan perbaikan ruas jalan, terutama di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) pada tahun 2023.

Kepala Dinas PUPR Malut, Saifuddin Djuba, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang melaksanakan pembangunan ruas jalan, termasuk di wilayah 3T seperti Laiwui Pulau Obi dan sekitarnya yang merupakan pusat kegiatan ekonomi.

- Advertisement -

Lebih lanjut, ia juga menyebutkan bahwa pihaknya sedang membangun berbagai fasilitas infrastruktur di Desa Laiwui, Jikotamo, serta ruas jalan desa Anggai kecamatan Obi, yang berada di Kabupaten Halmahera Selatan.

Djuba menjelaskan bahwa pada tahun 2024, PUPR Malut menargetkan pencapaian pembangunan tersebut mencapai lebih dari 75 persen dan sudah berfungsi dengan baik. Hal ini juga berlaku untuk sejumlah ruas jalan lain di Halmahera Selatan yang sedang dalam tahap pembangunan, seperti ruas jalan Matuting ke Ranga-Ranga, Gane Luar ke Ranga-Ranga, dan Saketa ke Gane Dalam.

“Kami berharap pada tahun 2024 sudah berfungsi sehingga dapat diakses oleh masyarakat,” katanya melansir Antara, Minggu (21/5/2023).

- Advertisement -

Di tempat lain, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp140,2 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan guna mendukung perekonomian masyarakat.

Kepala Dinas PUPR Kota Ternate, Rus’an M. Nur Taib, menjelaskan bahwa pada tahun 2022 lalu, dana sebesar Rp140,2 miliar telah dialokasikan untuk 12 program yang terdiri dari 193 kegiatan yang tersebar di Kota Ternate dan tiga pulau terluar.

Penanganan sarana infrastruktur jalan dan jembatan sangat dibutuhkan di tiga pulau terluar di wilayah Kota Ternate, yaitu Pulau Batang Dua, Pulau Hiri, dan Pulau Moti.

“Oleh karena itu, untuk program kegiatan sampai saat ini penyerapan keuangan sudah mencapai 44,47 persen pada minggu pertama bulan Oktober 2022, sedangkan untuk realisasi fisik sudah mencapai 56,46 persen dan sampai ini ada beberapa kegiatan lain yang sudah mencapai 100 persen,” ucapnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kesepakatan AS-Iran Dorong Penguatan Rupiah dan IHSG

JCCNetwork.id-Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penguatan di tengah membaiknya sentimen pasar global dan meningkatnya...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER