India Bidik Investasi Migas Indonesia

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pemerintah Indonesia dan India memperkuat komitmen kerja sama strategis di sektor energi menyusul kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Indonesia. Pertemuan bilateral yang berlangsung bersama Presiden Prabowo Subianto membuka peluang baru bagi pengembangan kolaborasi di bidang minyak dan gas bumi, batu bara, investasi energi, hingga penguatan ketahanan energi kedua negara.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa pemerintah India menunjukkan minat untuk memperluas investasinya di sektor energi Indonesia, khususnya pada industri minyak dan gas bumi. Menurutnya, langkah tersebut menjadi sinyal positif bagi peningkatan hubungan ekonomi kedua negara yang selama ini telah terjalin melalui berbagai sektor strategis.

- Advertisement -

Bahlil menjelaskan, pembahasan dalam pertemuan bilateral tidak hanya menyoroti potensi investasi baru, tetapi juga upaya memperkuat kemitraan yang telah berjalan di sektor energi dan sumber daya mineral. Pemerintah berharap kerja sama tersebut dapat mendorong peningkatan produksi energi, memperluas peluang investasi, serta mempercepat pengembangan infrastruktur energi nasional.

“Oh ya, kalau kerja sama sama India itu, beberapa perpanjangan yang mereka menyatakan keinginannya untuk masuk ke sektor oil and gas,” ujar Bahlil dalam keterangan resmi, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Ia menegaskan, Indonesia memandang India sebagai salah satu mitra strategis di kawasan Asia yang memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan sektor energi nasional. Dengan meningkatnya kebutuhan energi di kedua negara, kerja sama tersebut dinilai dapat menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan energi sekaligus memperkuat stabilitas pasokan energi jangka panjang.

- Advertisement -

Selain sektor minyak dan gas, kedua negara juga membuka peluang kolaborasi pada bidang batu bara, pengembangan energi, investasi industri hilir, serta berbagai proyek strategis yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Pemerintah optimistis sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan daya saing ekonomi nasional.

Selama berada di Indonesia, PM Narendra Modi dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda kenegaraan bersama Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan bilateral kedua pemimpin negara akan membahas berbagai isu strategis, termasuk peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, teknologi, pertahanan, keamanan maritim, hingga sektor energi.

Bahlil menambahkan bahwa hubungan bilateral Indonesia dan India telah terjalin erat selama beberapa dekade. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kemitraan yang mampu memberikan manfaat konkret bagi masyarakat kedua negara.

“Hubungan kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dan India sudah lama terjalin dengan baik dan kita berkomitmen untuk meningkatkannya lebih baik. Kita akan wujudkan itu,” kata Bahlil.

Kunjungan Narendra Modi ke Indonesia juga memiliki nilai historis karena merupakan kunjungan keduanya sejak lawatan pertama pada 2018. Momentum tersebut dinilai menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan diplomatik yang telah dibangun sejak Indonesia dan India menjalin hubungan resmi pada 1951.

Selama lebih dari tujuh dekade, kedua negara terus mengembangkan kemitraan di berbagai bidang, mulai dari perdagangan, investasi, energi, pendidikan, teknologi, pertahanan, keamanan maritim, hingga hubungan antarmasyarakat. Pemerintah Indonesia berharap penguatan kerja sama di sektor energi dapat menjadi salah satu penggerak utama hubungan strategis Indonesia–India di masa depan sekaligus mendukung ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi kedua negara.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

AS Klaim Hantam 80 Target di Iran

JCCNetwork.id – Militer Amerika Serikat mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap lebih dari 80 sasaran di Iran sebagai respons atas insiden yang disebut melibatkan serangan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER