Evaluasi MBG Berujung Pergantian Pimpinan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id-Pemerintah menegaskan pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan bagian dari evaluasi dan penguatan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), bukan karena kegagalan program tersebut.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Hariqo Wibawa Satria, mengatakan keputusan yang diambil Presiden Prabowo Subianto merupakan hasil penilaian menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG selama sekitar satu setengah tahun terakhir.

- Advertisement -

Menurut Hariqo, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program prioritas nasional itu berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

“Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional justru merupakan hasil evaluasi menyeluruh yang dilakukan oleh Presiden Prabowo,” ujar Hariqo dalam program Beritasatu Utama, Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan MBG tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang luas karena melibatkan berbagai sektor, mulai dari petani, peternak, nelayan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga koperasi sebagai bagian dari rantai pasok pangan nasional.

- Advertisement -

Karena itu, penguatan kelembagaan di tubuh BGN dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan program sekaligus memastikan seluruh target yang ditetapkan pemerintah dapat tercapai.

“Yang bermasalah bukan programnya. Tiga pimpinan langsung diberhentikan dan tidak pernah terjadi seperti ini,” kata Hariqo.

Hariqo menuturkan Presiden Prabowo selama ini memberikan perhatian khusus terhadap kualitas kepemimpinan di setiap lembaga negara.

Menurutnya, kepemimpinan yang efektif menjadi faktor penting dalam mendukung kinerja organisasi dan keberhasilan program pemerintah.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, pemerintah memutuskan melakukan perubahan struktur kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari upaya penyempurnaan sistem dan peningkatan kinerja lembaga.

Ia menegaskan evaluasi yang dilakukan pemerintah seharusnya dipandang sebagai langkah perbaikan, bukan sebagai indikasi kegagalan program.

Masukan dari berbagai kalangan, termasuk DPR, akademisi, dan masyarakat sipil, dinilai menjadi bagian penting dalam pengawasan dan penguatan pelaksanaan MBG.

Pemerintah optimistis langkah pembenahan yang dilakukan akan meningkatkan efektivitas program MBG sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat serta mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Fahd Arafiq hingga Idrus Marham: Karpet Merah Bagi Eks Napi Korupsi di Partai Politik

JCCNetwork.id- Nama Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq, Ketua Bidang Hubungan Ormas DPP Partai Golkar, kembali menjadi perhatian setelah KPK menetapkannya sebagai tersangka dalam...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Gubenur Sherly Lihat Lahan Habis Dibakar, Bukan Marah Malah Gali Alasan Petani
08:39
Video thumbnail
DPR Wanti-Wanti Hukum untuk Koruptor Harus Ditutup
08:02
Video thumbnail
DPR Tanya Solusi Pakar Soal Bagaimana Jika Barang Rampasan dari Hasil Korupsi Jika Dipakai Aparat?
10:14
Video thumbnail
Habis Bubarin Jemaat Beribadah, Lalu Minta Maaf #shorts #trending
02:45
Video thumbnail
Prabowo Sebut Sawit “Tanaman Ajaib”, Bisa Hasilkan 57 Produk
08:18
Video thumbnail
Di Depan DPR, Eks Pimpinan KPK Beberkan Fenomena Tujuan Para Koruptor
09:50
Video thumbnail
14 Pejabat Kemenkeu Resmi Dilantik Suahasil, Mayoritas Masuk Jajaran Ditjen Pajak
23:55
Video thumbnail
Di Depan Prabowo Kiai Hasan Gontor Tegaskan Tetap Lebih Memilih Pendidikan #shorts
01:09
Video thumbnail
Prabowo Ungkap Buzzer Bayaran Antek Asing, Sosmed Dibikin Ribut, Rakyat Jangan Gampang Percaya
08:20
Video thumbnail
Bikin Suasana Pecah, Zulhas Candai Cak Imin di Depan Prabowo soal Pilpres
09:27
Video thumbnail
Di Hadapan Presiden Prabowo, KH Hasan Abdullah Sahal Memilih Bicara Apa Adanya
08:14
Video thumbnail
Cerita Mentan Amran Naik Copot Manager Disaat Maba Curhat Sulit Dapat Pupuk
08:08
Video thumbnail
Jawaban Maba Bikin Mentan Amran Kaget, Mau Sukses Ogah Berproses
08:08
Video thumbnail
NasDem Usul Ambang Batas 7 Persen #shorts
02:03
Video thumbnail
Para Pemberantas Korupsi Ternyata Korupsi
01:21
Video thumbnail
Blak blakan KDM Kenang Sosok Danny Setiawan, Ada Satu Momen yang Tak Pernah Dilupakan
08:07
Video thumbnail
Pemilik Lahan Langsung Nurut! Sherly Tjoanda Kasih Pesan soal Larangan Bakar Lahan
08:23
Video thumbnail
Gub Sherly Tjoanda Girang Lihat Bibit Kelapa Siap Tanam dan Terima Kasih ke Pak Presiden, Pak Mentan
08:18
Video thumbnail
Prabowo Pede, Tegaskan Bukan Pemimpin Omon-Omon
10:10
Video thumbnail
Prabowo Beberkan Besarnya Potensi Kelapa Sawit Indonesia
08:34

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER