NasDem Soroti Etika dalam Polemik Ijazah Gibran

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Partai NasDem menilai polemik surat keterangan (suket) penyetaraan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak hanya berkaitan dengan persoalan administrasi, tetapi juga menyangkut aspek moral dan etika politik.

Politikus NasDem Sugeng Suparwoto mengatakan, partainya masih mencermati perkembangan persoalan tersebut sebelum menentukan sikap politik, termasuk terkait usulan penggunaan hak angket DPR.

- Advertisement -

Menurut Sugeng, pembahasan internal diperlukan agar NasDem dapat menentukan langkah berdasarkan mekanisme dan tata kelola partai.

Ia menyebutkan, jajaran NasDem akan segera menggelar pertemuan setelah para kader yang saat ini berada di daerah kembali ke Jakarta menjelang dimulainya masa sidang DPR pada 9 November 2026.

“Kayak kami di NasDem, kami akan segera kumpul sebelum nanti tanggal 9 kita masuk. Sekarang kami semua ini di daerah semua,” kata Sugeng di NasDem Tower.

- Advertisement -

Terkait usulan hak angket, Sugeng mengakui bahwa hak tersebut merupakan kewenangan individual anggota DPR.

Meski demikian, ia menilai proses politik tetap perlu mempertimbangkan mekanisme internal partai.

“Betul hak angket adalah hak individual, 25 orang tanda tangan, tetapi kita tentu dalam proses-proses politik semuanya harus juga melalui mekanisme dan tata kelola politik yang baik,” ujarnya.

Sugeng menegaskan, hingga saat ini NasDem belum menentukan posisi apakah akan mendukung atau menolak usulan hak angket.

Namun, partainya dipastikan akan mengambil sikap setelah pembahasan internal dilakukan.

“Belum, belum, belum. Belum menentukan sikap, tapi pasti akan bersikap,” ucapnya.

Polemik dokumen pendidikan Gibran mencuat setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan Subhan melalui perkara Nomor 742 K/TUN/2026 pada 30 Oktober 2026.

Dalam putusan tersebut, MA membatalkan putusan pengadilan sebelumnya dan mengabulkan gugatan terkait surat keterangan penyetaraan pendidikan SMA Gibran.

Perkembangan putusan itu turut memunculkan pembahasan mengenai kemungkinan penggunaan hak angket di DPR untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya menyampaikan bahwa DPR masih menjalani masa reses hingga 8 November 2026.

Ia juga menyebut parlemen belum menerima salinan lengkap putusan MA sehingga pembahasan lebih lanjut menunggu masa sidang berikutnya pada 9 November 2026.

“Gerakan” Gibran

Meski putusan MA menjadi bagian dari polemik dokumen pendidikan tersebut, putusan itu tidak secara otomatis memberhentikan Gibran dari jabatan wakil presiden.

Pemberhentian presiden dan wakil presiden memiliki mekanisme konstitusional tersendiri sebagaimana diatur dalam Pasal 7A dan Pasal 7B Undang-Undang Dasar 1945.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kasus Penyadapan Ilegal, Prabowo Sampaikan Keprihatinan

JCCNetwork.id- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinan mendalam atas perkembangan kasus dugaan penyadapan ilegal, penghapusan bukti elektronik, serta akses tanpa hak terhadap kepala negara dan...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
RUU Perampasan Aset Harus Bisa Sita Hasil Kejahatan dari Penipuan Umrah Hingga Arisan Bodong
11:26
Video thumbnail
Isu Transfer Bank Kena Pajak, Suahasil Ungkap Fakta Sebenarnya #shorts #trending
01:47
Video thumbnail
Isu Transfer Bank Kena Pajak, Suahasil Ungkap Fakta Sebenarnya
10:33
Video thumbnail
Emak Emak Curhat ke Menteri Gegara Notaris Diduga Terbitkan 21 Surat Tanpa Saksi
09:59
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg #shorts #trending
01:20
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg
11:25
Video thumbnail
Penantian Berbuah Manis, Nasib PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Kini Jadi Penuh Waktu #shorts#trending
01:41
Video thumbnail
Pemerintah Putuskan PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Diangkat Jadi Penuh Waktu
11:26
Video thumbnail
Lawan Mafia Beras, Mentan Amran Siapkan Hadiah Buat Warga yang Berani Lapor #shorts #trending
01:54
Video thumbnail
Mentan Amran Siapkan Hadiah bagi Warga yang Berani Laporkan Mafia Beras SPHP
08:05
Video thumbnail
Tersangka Penyadapan Prabowo Bertambah, Irjen SU Diduga Beri Izin kepada Irjen AS #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
Kasus Sadap Prabowo Kian Melebar, Irjen SU Diduga Izinkan Irjen AS Lakukan Penyadapan
05:44
Video thumbnail
Detik-Detik Gubernur Sherly Tampil Cantik di Hadapan Tim Kemendagri saat Presentasi
12:28
Video thumbnail
Di Tengah Gejolak Internal Polri, Suyudi Dapat Dukungan dan Bimbingan dari Para Senior #shorts
01:28
Video thumbnail
Di Tengah Kasus Penyadapan, Suyudi Dapat Dukungan Barisan Jenderal Senior Eks Kapolri
02:32
Video thumbnail
Rocky Gerung Blak-blakan soal Penyadapan, Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Singgung Kasus Penyadapan, Rocky Gerung Sebut Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap
08:26
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini #shorts #trending
01:16
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini
08:46
Video thumbnail
Sorotai Gejolak Internal Polri, Menko Dudung Minta Masyarakat Jangan Resah #shorts #trending
01:50

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER