Menkes Minta Warga Bijak Konsumsi Daging Kurban saat Lebaran Haji

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan cara pengolahan daging kurban selama perayaan Iduladha. Menurutnya, anggapan bahwa daging kambing menjadi penyebab utama hipertensi dan kolesterol tinggi tidak sepenuhnya tepat, karena risiko kesehatan justru banyak dipengaruhi bahan tambahan serta pola memasak yang digunakan.

Dalam konten Budi Gemar Sharing (BGS), Menkes menegaskan bahwa konsumsi daging kurban tetap aman apabila diolah dengan benar dan dikonsumsi secara wajar. Ia menyebut, kebiasaan masyarakat menambahkan santan berlebihan, garam, gula, hingga jeroan saat memasak menjadi faktor utama meningkatnya tekanan darah dan kadar kolesterol usai Iduladha.

- Advertisement -

“Yang salah bukan si kambing. Yang salah adalah cara masaknya,” ujar Budi.

Ia menjelaskan, berbagai hidangan khas Lebaran Haji seperti gulai, sate, dan tongseng umumnya menggunakan santan kental dan bumbu dengan kadar garam tinggi. Kondisi tersebut membuat makanan menjadi lebih berisiko bagi kesehatan, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

“Si kambing sudah bener sehat, sama si tukang masak ditambahin tuh santannya sebanyak ini, ditambahin jeroan, ditambahin garam yang banyak, ditambahin juga gula yang banyak,” katanya.

- Advertisement -

Menurut Budi, daging kambing sebenarnya memiliki kandungan gizi yang baik apabila dimasak secara sehat. Namun, proses pengolahan yang tidak seimbang justru memicu munculnya berbagai gangguan kesehatan yang sering terjadi setelah Iduladha.

Menkes juga menyoroti tingginya konsumsi jeroan saat momen kurban. Ia menyebut hati, paru, dan usus memiliki kadar kolesterol jauh lebih tinggi dibandingkan daging biasa, sehingga perlu dibatasi konsumsinya.

“Pelaku utamanya adalah santan kental yang dimasak berjam-jam, serta jeroan seperti hati, paru, dan usus,” katanya.

Ia mengungkapkan, kadar kolesterol pada jeroan bisa mencapai tiga hingga lima kali lebih tinggi dibandingkan daging biasa. Karena itu, masyarakat diimbau tidak berlebihan mengonsumsi makanan berbahan jeroan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi atau kolesterol tinggi.

Budi mengatakan, peningkatan jumlah pasien dengan keluhan hipertensi dan kolesterol pasca-Iduladha kerap terjadi setiap tahun. Menurutnya, kondisi tersebut bukan semata-mata akibat konsumsi daging kambing, melainkan pola makan yang kurang sehat selama perayaan berlangsung.

“Kalau habis Iduladha banyak yang masuk RS karena hipertensi atau kolesterol, pastikan kita tahu bahwa pelakunya bukan kambingnya,” ucapnya.

Ia pun mengajak masyarakat tetap menikmati hidangan kurban tanpa rasa takut berlebihan, selama memperhatikan pola konsumsi dan teknik pengolahan makanan. Menkes menyarankan agar penggunaan santan, garam, dan gula dikurangi, serta memperbanyak metode memasak yang lebih sehat seperti dibakar, direbus, atau dipanggang.

Selain itu, masyarakat juga diminta menyeimbangkan konsumsi daging dengan sayur dan buah agar asupan nutrisi tetap terjaga selama Iduladha. Dengan pola makan yang lebih sehat, pemerintah berharap masyarakat tetap dapat merayakan Iduladha dengan aman tanpa meningkatkan risiko penyakit tidak menular.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

DPR Soroti Perubahan Desil Penerima KIP

JCCNetwork.id- Perubahan kategori desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi perhatian DPR RI karena berpotensi memengaruhi akses mahasiswa dari keluarga rentan terhadap...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Begini Pengakuan Anggota DPR di Hadapan Ustaz Latif #shorts #trending
01:41
Video thumbnail
Ada Apa di Balik Demo 27 Agustus, Kapolri Soroti Penumpang Gelap
08:14
Video thumbnail
Prabowo Angkat Topi untuk Kiai Kampung: Tak Pernah Masuk TV, Tapi Tiap Hari Jaga Rakyat
08:23
Video thumbnail
Bikin Suasana Cair! KDM Sebut Jawa Barat Punya Gubernur dan Wali Kota Konten
06:26
Video thumbnail
Dukungan Ulama Bikin DPR Terharu Ditegah Kebut Tuntaskan RUU Perampasan
14:11
Video thumbnail
Panglima Jilah Ungkap Tradisi Berladang Orang Dayak Sejak Ribuan Tahun, Dulu Tak Ada Seperti Ini
05:30
Video thumbnail
Sejumlah Catatan Majelis Arah Indonesia Terkait RUU Perampasan Aset
13:15
Video thumbnail
Wamenhan Bebarkan Fakta, Kapal Perang Dibeli Rp370 Miliar Kini Dilelang Rp2 Miliar
08:13
Video thumbnail
Polisi Selidiki Dugaan Keterlibatan Ormas Dalam Kericuhan Demo DPR
11:11
Video thumbnail
Sisa Kuota Pelanggan Tak Bisa Hangus Lagi #shorts #trending
02:07
Video thumbnail
Operator Internet Jangan Macam Macam, Sisa Kuota Tak Boleh Dihapus dan Dilarang Ada Biaya Tambahan
04:04
Video thumbnail
Ada Pesan Khusus Panglima Jilah ke Prabowo Soal Karhutla di Kalbar?
05:07
Video thumbnail
Dokter Spesialis Bertugas di Daerah Tertinggal Diguyur Insentif Rp30 Juta
10:37
Video thumbnail
Kapolri Blak-blakan soal Demo 27 Agustus: Ada yang Menumpangi
09:36
Video thumbnail
4 Jenis Harta Koruptor Bisa Dirampas Negara, Apa Saja?
10:07
Video thumbnail
Kapolri Tegaskan Jika Ada Kriminalisasi Buruh, Propam Langsung Turun
09:46
Video thumbnail
Bikin Geleng Kepala! Yusril Sebut Perputaran Duit Judol Indonesia Rp86,82 T
08:44
Video thumbnail
Prabowo Kagum! Lagu Syubbanul Wathon Disebut Pancarkan Semangat Cinta Tanah Air
08:40
Video thumbnail
Bikin Tertawa! Guyon Kapolri Listyo Kerja Optimal, Jadi Tak Perlu Saya Pimpin Demo
08:15
Video thumbnail
Harus Miskin dan Menderita Dulu Baru Bisa Terima Bantuan Iuran BPJS?
10:33

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER