Karhutla Semeru Meluas, 160 Hektare Terdampak

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus ditangani tim gabungan pada Sabtu (29/8). Perluasan kebakaran membuat upaya pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara secara bersamaan.

Tim yang terlibat dalam operasi penanganan terdiri atas personel Balai Besar TNBTS, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, serta sejumlah relawan. Berdasarkan pemantauan sementara, api telah terdeteksi di tujuh kawasan yang tersebar di wilayah konservasi Gunung Semeru.

- Advertisement -

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang Yudhi Cahyono mengatakan titik kebakaran berada di sejumlah lokasi, mulai dari Ledok Bedor, Blok Jantur, Blok Ranukembang, Ayak-Ayak, Watu Rejeng, Ranu Kumbolo, hingga Puncak Trisula.

Kondisi medan menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Sejumlah titik api berada di kawasan dengan kontur berbukit dan memiliki kemiringan cukup terjal sehingga sulit dijangkau menggunakan kendaraan maupun personel melalui jalur darat.

Untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses, dua helikopter bantuan dari BPBD Jawa Timur dikerahkan dalam operasi pemadaman udara. Pesawat tersebut melakukan water bombing dengan menjatuhkan air ke sejumlah area yang masih dilanda kebakaran.

- Advertisement -

Operasi pemadaman udara diarahkan terutama ke kawasan Blok Ayak-Ayak dan Bangunan Cilik, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro. Kedua lokasi tersebut menjadi salah satu wilayah yang mengalami kebakaran cukup luas.

“Untuk memperkuat upaya pemadaman, dua helikopter bantuan BPBD Jawa Timur sudah dikerahkan melakukan water bombing ke sejumlah titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat,” ujar Yudhi.

Di sisi lain, personel yang berada di darat terus melakukan penyisiran dan pemantauan terhadap perkembangan titik api. BPBD Lumajang mengerahkan kendaraan trail menuju jalur pendakian Ranu Kumbolo untuk membantu petugas memantau arah pergerakan kebakaran.

Penyisiran dari darat juga berfungsi untuk menentukan lokasi dan koordinat titik api yang kemudian menjadi sasaran pemadaman dari udara. Koordinasi antara tim darat dan awak helikopter dilakukan agar pengeboman air dapat diarahkan ke area yang membutuhkan penanganan segera.

Pemadaman udara sebelumnya sempat dihentikan pada Jumat (28/8). Kondisi cuaca yang tidak mendukung, terutama angin kencang di kawasan Gunung Semeru, membuat penerbangan untuk operasi water bombing tidak dapat dilanjutkan sementara waktu.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah III TNBTS Agus Kusuma Negara mengatakan karakter medan Gunung Semeru membuat penanganan kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan satu metode.

Menurut dia, pemadaman harus dilakukan dengan menggabungkan operasi udara dan penanganan langsung oleh petugas di lapangan. Strategi tersebut diperlukan untuk mengendalikan api yang berada di lokasi dengan akses terbatas.

“Dua lanskap mengalami kebakaran secara masif, satu di Ayak-Ayak dan kedua di Bangunan Cilik. Upaya pemadaman dilakukan berkolaborasi dengan bantuan water bombing BPBD Jatim,” ungkap Agus.

Sementara itu, TNBTS memperkirakan area yang terdampak kebakaran untuk sementara mencapai sekitar 160 hektare. Luasan tersebut masih dapat berubah seiring proses pemantauan dan pemetaan yang dilakukan petugas di lapangan.

Vegetasi kering di kawasan Gunung Semeru menjadi salah satu material yang mudah terbakar sehingga berpotensi mempercepat penyebaran api apabila kondisi cuaca mendukung. Karena itu, petugas tidak hanya berupaya memadamkan api yang terlihat, tetapi juga melakukan langkah pencegahan agar kebakaran tidak merembet ke wilayah lain.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembuatan sekat bakar atau firebreak secara manual. Petugas membuat jalur pemisah pada vegetasi untuk menghambat pergerakan api menuju area yang belum terdampak.

Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi medan, arah angin, serta perkembangan titik api. Tim gabungan juga terus melakukan pemantauan untuk menentukan lokasi yang membutuhkan penguatan personel maupun dukungan pemadaman dari udara.

Dengan pengerahan dua helikopter dan personel di sejumlah titik, operasi penanganan karhutla di kawasan Gunung Semeru masih berlangsung. Petugas di lapangan terus berupaya membatasi penyebaran api sekaligus mencegah meluasnya kebakaran ke kawasan konservasi lainnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

DPR Siap Tampung Aspirasi Demonstran

JCCNetwork.id- Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan DPR siap menerima aspirasi masyarakat yang akan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta,...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER