Indonesia Perkuat Aliansi Sawit

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id — Indonesia perlu memperkuat kerja sama dengan negara-negara produsen kelapa sawit untuk meningkatkan posisi tawar dalam perdagangan internasional, menjaga akses pasar, serta menghadapi hambatan perdagangan global.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perindustrian Saleh Husin mengatakan penguatan aliansi antarnegara produsen menjadi langkah strategis mengingat sawit merupakan salah satu komoditas penting bagi perekonomian Indonesia.

- Advertisement -

“Indonesia perlu membangun aliansi dengan negara produsen lain guna memperkuat posisi tawar, menjaga akses pasar, menghadapi hambatan perdagangan, dan menjaga stabilitas pasar sawit global,” katanya dilansir dari Antara, Rabu (26/8/2026).

Menurut dia, Indonesia dapat mengoptimalkan Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) sebagai forum kerja sama untuk memperjuangkan kepentingan bersama negara-negara produsen sawit.

Penguatan CPOPC, lanjut Saleh, perlu diarahkan pada sejumlah agenda, antara lain diplomasi perdagangan, penerapan prinsip keberlanjutan, promosi sawit, perluasan pasar, serta riset dan inovasi.

- Advertisement -

“Ini penting karena ekspor sawit Indonesia bernilai lebih dari US$ 20 miliar per tahun dan memiliki kontribusi signifikan terhadap devisa nasional,” ujar dia dalam keterangannya.

Saleh menyebut nilai ekspor sawit Indonesia mencapai lebih dari US$20 miliar per tahun. Kontribusi tersebut menjadikan sektor sawit sebagai salah satu sumber devisa penting bagi Indonesia.

Dia juga menilai Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah berperan dalam memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara produsen sawit.

Namun, lembaga tersebut dinilai masih perlu meningkatkan fungsinya sebagai katalisator kerja sama internasional.

“Dengan demikian, Indonesia bisa memperkuat posisi tawar dalam tata kelola sawit global dan mengamankan sumber devisa nasional dalam jangka panjang,” katanya.

Di sisi lain, Wakil Sekretaris Jenderal CPOPC Musdhalifah Machmud mengatakan organisasi tersebut terus menjalankan advokasi untuk memperkuat kepentingan sektor sawit di tingkat global.

Advokasi tersebut mencakup isu strategis yang berkaitan dengan petani dan pelaku industri sawit.

CPOPC juga mendorong terciptanya akses pasar yang lebih stabil bagi negara anggotanya.

Selain itu, CPOPC berupaya meningkatkan citra positif sawit di mata masyarakat internasional di tengah berbagai isu yang berkembang terkait komoditas tersebut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kemenkes Dirikan Dua RS Lapangan di NTT

JCCNetwork.id- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat layanan kesehatan bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mendirikan dua rumah sakit lapangan. Fasilitas kesehatan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER