JCCNetwork.id – Harga emas dunia kembali menguat pada awal perdagangan Senin (24/8/2026).
Emas spot di pasar Asia naik 0,7 persen menjadi US$4.636,34 per troy ons, sekaligus mencapai level tertinggi sejak 15 Mei 2026.
Kenaikan juga terjadi pada kontrak emas berjangka Amerika Serikat (AS). Harga kontrak tersebut meningkat 0,3 persen menjadi US$4.694,80 per troy ons.
Penguatan itu melanjutkan tren positif setelah harga emas mencatat kenaikan lebih dari 5 persen sepanjang pekan sebelumnya.
Mengutip Reuters, pelemahan dolar AS menjadi salah satu faktor yang mendorong permintaan emas.
Rencana Departemen Keuangan AS melakukan pembelian kembali obligasi (buyback) turut menjadi perhatian pasar dan menekan nilai tukar dolar.
Dolar yang melemah membuat emas relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Kondisi tersebut kemudian meningkatkan minat beli terhadap logam mulia di pasar internasional.
Namun, pelaku pasar masih mencermati sejumlah agenda ekonomi AS yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga emas.
Salah satunya adalah data indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) untuk Juli yang akan dirilis pekan ini.
PCE menjadi salah satu indikator yang diperhatikan Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.
Investor juga menunggu pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium tahunan Jackson Hole untuk mencari petunjuk mengenai kebijakan moneter AS berikutnya.
Dari sisi proyeksi, Goldman Sachs memperkirakan harga emas masih memiliki ruang untuk menguat. Lembaga keuangan tersebut memprediksi emas dapat mencapai US$4.900 per troy ons pada akhir 2026.
Permintaan terhadap instrumen opsi emas dengan prospek kenaikan harga disebut menjadi salah satu faktor pendukung proyeksi tersebut.
Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral sejumlah negara turut menopang harga.
Bank sentral Polandia, misalnya, mencatat kenaikan cadangan emas dari 20,3 juta troy ons pada Juni menjadi 20,6 juta troy ons pada akhir Juli atau setara sekitar 640,2 ton.
Ketidakpastian geopolitik juga masih menjadi faktor yang mendukung daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Ketegangan antara AS dan Iran menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan investor di tengah meningkatnya risiko global.
Penguatan juga terjadi pada sejumlah logam mulia lainnya.
Harga perak spot naik 0,8 persen menjadi US$69,51 per ons.
Platinum meningkat 0,4 persen ke US$1.885,38 per ons, sedangkan palladium menguat 0,1 persen menjadi US$1.350,53 per ons.








