Otoritas Jasa Keuangan: Investor Lokal Perkuat Pasar Modal

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, menyebut peningkatan jumlah investor domestik menjadi salah satu faktor utama yang memperkuat ketahanan pasar modal Indonesia di tengah tekanan ekonomi global.

Dalam acara Investor Relations Forum di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/5/2026), Friderica mengungkapkan jumlah investor pasar modal Indonesia kini mencapai 26,8 juta single investor identification (SID).

- Advertisement -

Angka tersebut bertambah sekitar 6,4 juta investor dibandingkan posisi akhir tahun lalu.

“Jumlah investor Indonesia sudah 26,8 juta. Sejak akhir tahun sudah bertambah 6,4 juta, ini luar biasa. Jadi apa yang kita khawatirkan dengan jumlah investor domestik yang semakin besar?” ujar Kiki dalam acara Investor Relations Forum di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, pertumbuhan investor lokal membuat pasar modal nasional tidak lagi terlalu bergantung pada aliran modal asing. Kondisi itu dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasar saat terjadi gejolak global maupun aksi jual investor asing.

- Advertisement -

OJK menilai pasar keuangan Indonesia sempat menghadapi tekanan eksternal pada awal tahun, mulai dari evaluasi indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI), perubahan outlook dari lembaga pemeringkat internasional, hingga meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Israel disebut turut berdampak terhadap pasar global melalui kenaikan harga energi serta gangguan distribusi minyak dunia di kawasan Selat Hormuz.

Meski demikian, Friderica mengatakan pasar modal Indonesia saat ini dinilai lebih siap menghadapi tekanan eksternal karena regulator terus memperkuat fundamental dan integritas pasar.

“Ketika guncangan itu terjadi, kita sudah membenahi apa yang menjadi PR kita, yang menjadi concern para investor global terkait market Indonesia,” jelasnya.

OJK juga terus mendorong peningkatan partisipasi investor domestik, baik dari kalangan ritel maupun institusi, agar pasar modal memiliki basis pendanaan yang lebih stabil.

Selain memperluas jumlah investor, OJK mengklaim telah menjalankan sejumlah langkah reformasi, termasuk peningkatan transparansi pasar, penguatan tata kelola, peningkatan likuiditas, serta penegakan hukum di sektor jasa keuangan.

“Supaya ketika terjadi dinamika dan gejolak dari luar Indonesia, sementara fundamental kita baik, maka investor domestik inilah yang akan menjadi penopang market kita,” tegas Kiki.

Friderica menambahkan, penguatan keterbukaan informasi pemegang saham dan pengembangan klasifikasi data investor menjadi bagian dari delapan agenda reformasi yang tengah dijalankan regulator untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

“Semua hal yang kita sampaikan di dalam delapan aksi reformasi integritas sudah kita deliver, baik itu keterbukaan informasi pemegang saham di atas 1%, kemudian granularitas data dari sembilan klasifikasi menjadi 39 klasifikasi. Semua hal itu sudah kita lakukan,” pungkas Kiki.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kemenag Bangun 1.758 Gedung KUA Lewat Dana SBSN

JCCNetwork.id- Kementerian Agama (Kemenag) terus melakukan penguatan layanan publik berbasis keagamaan melalui pembangunan infrastruktur Kantor Urusan Agama (KUA) di berbagai wilayah Indonesia. Upaya tersebut...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER