Drone Serang Kilang Ras Tanura, Operasi Dihentikan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Operasi di Ras Tanura Refinery, fasilitas pengolahan minyak milik Saudi Aramco, dihentikan sementara setelah serangan drone mengguncang kawasan tersebut pada Senin (2/3/2026) waktu setempat.

Informasi penghentian operasional itu diperoleh dari sejumlah sumber yang mengetahui situasi di lapangan, namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari perusahaan.

- Advertisement -

Fasilitas yang berada di pesisir Teluk Arab tersebut merupakan salah satu kilang terbesar di dunia dengan kapasitas pengolahan sekitar 550 ribu barel minyak mentah per hari.

“Kami tidak akan bernegosiasi dengan AS,” Larijani menegaskan.

Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi sembari perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dampak dan potensi kerusakan akibat serangan.

- Advertisement -

“ilusi kosong,”
“Dia sekarang khawatir akan kehilangan lebih banyak tentara Amerika. Dengan khayalannya sendiri, dia telah mengubah slogan ‘Amerika Pertama’ menjadi ‘Israel Pertama’ dan mengorbankan pasukan Amerika demi nafsu Israel akan kekuasaan.”

Laporan menyebutkan sempat terjadi kebakaran di area kilang tak lama setelah insiden, namun api berhasil dipadamkan.

“membuat tentara Amerika dan keluarga mereka menanggung akibatnya dengan “kebohongan baru.”

Pihak manajemen Aramco belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi.

Pemerintah Arab Saudi juga belum menyampaikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.

Penghentian operasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Eskalasi memuncak setelah serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan lalu, yang kemudian dibalas Teheran dengan peluncuran ratusan rudal dan drone ke sejumlah target di kawasan.

Gejolak tersebut segera memicu reaksi pasar global.

Harga minyak mentah di London melonjak hingga 9,7 persen dipicu kekhawatiran terganggunya pasokan energi.

Lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia, dilaporkan mengalami gangguan akibat meningkatnya risiko keamanan.

Sebagai simpul utama rantai pasok energi global, gangguan di Ras Tanura dinilai berpotensi memperdalam ketidakpastian pasar dan memicu volatilitas harga dalam jangka pendek.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan bahwa Teheran tidak akan membuka kembali jalur negosiasi dengan Washington.

Pernyataan itu disampaikan melalui akun media sosial X untuk membantah laporan yang menyebut Iran tengah mengupayakan perundingan baru melalui Oman.

Larijani juga mengkritik Presiden AS Donald Trump, menuduhnya memperkeruh situasi kawasan dan mengorbankan kepentingan Amerika demi Israel.

Ia menyatakan Iran tidak memiliki rencana untuk berunding dengan AS di tengah konflik yang sedang berlangsung.

Dalam perkembangan terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut Teheran sebelumnya telah dua kali menempuh jalur diplomasi, termasuk perundingan pada 2025 yang terhenti akibat serangan militer.

Upaya dialog terbaru, menurutnya, kembali terganggu oleh eskalasi serangan yang terjadi akhir pekan lalu.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Gibran Tegaskan Semua Lembaga Akan Berkantor di IKN

JCCNetwork.id- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen pemerintah untuk memindahkan pusat aktivitas kenegaraan ke Ibu Kota Nusantara (IKN), termasuk kehadiran lembaga legislatif dan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER