Gempa M5,0 Guncang Laut Sumba Barat Daya

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah perairan selatan Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (15/2/2026) malam. Peristiwa tersebut terjadi pukul 20.44 WIB dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut, sekitar 223 kilometer barat daya Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 10 kilometer. Parameter tersebut menunjukkan gempa termasuk kategori dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di kawasan NTT.

- Advertisement -

Hasil analisis seismologi BMKG menyebutkan gempa dipicu dinamika tektonik akibat interaksi lempeng di wilayah selatan NTT. Daerah ini merupakan zona pertemuan antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia, sehingga aktivitas kegempaan relatif tinggi dan menjadi bagian dari karakteristik geologis kawasan tersebut.

Peneliti gempa bumi dan tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa yang terjadi di selatan NTT umumnya berkaitan dengan sistem subduksi dan keberadaan sesar aktif di dasar laut. Menurutnya, fenomena tersebut merupakan bagian dari dinamika tektonik yang lazim terjadi di kawasan tersebut.

“Gempa seperti ini merupakan bagian dari dinamika tektonik yang normal di wilayah selatan NTT,” kata Daryono dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/1/2026).

- Advertisement -

Daryono menambahkan, meski gempa tergolong dangkal dan secara teori berpotensi menimbulkan guncangan signifikan, posisi episentrum yang jauh dari daratan membuat energi getaran melemah sebelum mencapai wilayah berpenduduk. Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi mengenai dampak kerusakan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

BMKG memastikan gempa tersebut tidak memiliki potensi tsunami. Analisis mekanisme sumber menunjukkan tidak adanya deformasi dasar laut yang signifikan untuk memicu gelombang tsunami.

Kendati demikian, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan. BMKG juga meminta warga agar tidak terpancing isu atau informasi yang belum terverifikasi, serta selalu merujuk pada kanal resmi BMKG untuk memperoleh pembaruan data kegempaan.

Secara historis, wilayah NTT memang termasuk salah satu daerah dengan aktivitas seismik tinggi di Indonesia. Kondisi tersebut dipengaruhi letaknya yang berada di jalur cincin api Pasifik serta sistem subduksi aktif di selatan kepulauan Nusa Tenggara. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat dan pemahaman terhadap mitigasi bencana menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko saat terjadi gempa bumi.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Mensos Tegaskan Rekrutmen Sekolah Rakyat Tanpa Pendaftaran

JCCNetwork.id- Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa proses rekrutmen peserta didik untuk program Sekolah Rakyat tidak dilakukan melalui pendaftaran terbuka. Pemerintah, kata dia, menggunakan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER