JCCNetwork.id-Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menunjukkan sikap tegas setelah membawa Indonesia menyingkirkan Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026, Kamis (5/6) malam.
Meski meraih kemenangan dramatis 5-3, Souto meminta para pemainnya untuk tidak larut dalam euforia dan segera mempersiapkan diri menghadapi laga final.
Instruksi tersebut disampaikan Souto sesaat setelah pertandingan berakhir di Indonesia Arena, Jakarta.
Momen itu terekam dalam unggahan Instagram Story resmi AFC Futsal Asian Cup. Dalam video singkat tersebut, pelatih asal Spanyol itu terlihat mengumpulkan para pemain di tengah lapangan dan memberikan arahan langsung.
Souto secara tegas meminta pemain menjauh dari telepon genggam dan media sosial, serta fokus pada pemulihan fisik.
“Jangan main handphone, jangan media sosial. Istirahat, tidur, dan makan,” ujar Souto kepada para pemain.
Arahan itu mencerminkan pendekatan disiplin yang konsisten diterapkan Souto sepanjang turnamen.
Ia menilai kondisi fisik dan mental pemain menjadi faktor utama dalam menjaga performa di level tertinggi, terutama setelah pertandingan dengan intensitas tinggi.
Dalam jumpa pers usai laga, Souto menegaskan bahwa pemulihan menjadi prioritas utama tim sebelum menghadapi partai final.
“Hal terpenting sekarang adalah pemulihan pemain. Kami punya satu sesi latihan besok, tapi fokusnya adalah terapi, nutrisi, dan tidur. Tanpa tidur yang cukup, sekitar 8 jam malam dan 2 jam siang, pemulihan akan sulit. Makan, tidur, latihan pemulihan, ulangi,” jelas Souto saat menghadiri jumpa pers pasca pertandingan.
Kemenangan atas Jepang menjadi pencapaian bersejarah bagi Timnas Futsal Indonesia.
Untuk pertama kalinya, Indonesia berhasil melangkah ke final Piala Asia Futsal, setelah sebelumnya juga mencatatkan debut di semifinal.
Namun, Souto menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah tujuan akhir.
Ia menilai euforia berlebihan berpotensi mengganggu fokus tim, terlebih dengan meningkatnya perhatian dan ekspektasi publik.
Larangan tidak langsung terhadap media sosial juga dimaksudkan untuk melindungi pemain dari tekanan eksternal, baik berupa pujian maupun kritik, yang dapat memengaruhi kesiapan mental.
Timnas Futsal Indonesia dijadwalkan menghadapi Iran pada laga final. Iran merupakan tim paling sukses dalam sejarah Piala Asia Futsal dengan koleksi 13 gelar juara.
Menghadapi lawan dengan pengalaman dan kualitas tinggi, Souto menegaskan pentingnya menjaga disiplin hingga laga puncak.
Bagi pelatih asal Spanyol tersebut, keberhasilan mencapai final bukan soal perayaan, melainkan menjaga fokus dan kesiapan hingga pertandingan terakhir.























