JCCNetwork.id-Pemerintah menampilkan perbedaan pandangan dalam menilai capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasi atas kinerja ekonomi nasional, sementara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai capaian tersebut masih belum memenuhi target.
Airlangga menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tergolong kuat dibandingkan sejumlah negara lain.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan pertumbuhan kuartal IV-2025 mencapai 5,39 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam empat kuartal terakhir.
“Jadi ini adalah pertumbuhan tertinggi dalam empat kuartal terakhir, dan secara year on year adalah 5,11 persen. Dan pertumbuhan ini lebih tinggi dari China yang 5 persen, Arab Saudi 4,5 persen, Eropa hanya tumbuh 1,5 persen. Nah tentu ini menjadi momentum untuk pertumbuhan yang kuat,” ujar Menko Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Menurut Airlangga, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,11 persen pada kuartal IV-2025 dan 4,98 persen secara tahunan.
Selain itu, investasi tercatat tumbuh 6,12 persen, didukung percepatan belanja pemerintah yang melonjak hingga 44,2 persen pada kuartal terakhir.
“Jadi ini memang pemerintah menggelontorkan belanja di kuartal IV dan ini juga mendukung stimulus dan daya beli serta akselerasi ekonomi,” ucapnya.
Ia juga menyoroti kontribusi sektor perindustrian yang tumbuh 5,4 persen, serta sektor perdagangan dan pertanian yang mencatatkan kinerja positif. Ketiga sektor tersebut menyumbang lebih dari 40 persen terhadap struktur perekonomian nasional.
“Ini menunjukkan fondasi ekonomi kita cukup kuat, karena ditopang oleh sektor-sektor utama dan konsumsi yang terus berjalan,” tutur dia.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan penilaian yang lebih hati-hati. Ia mengakui pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 5,1 persen masih berada di bawah target APBN 2025 yang dipatok 5,2 persen.
“Ini lebih rendah dari perkiraan saya atau janji saya. Saya kan maunya 5,6 atau 5,7. Jadi harusnya 5,5 lah. Tapi sejujurnya lumayan lah kita masih tumbuh 5,1 persen,” ujar Menkeu Purbaya di Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (5/2/2026).
Meski tidak mencapai target, Purbaya menilai capaian tersebut tetap lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun terakhir yang berada di kisaran 4 hingga 5 persen.
Ia juga menyebut pertumbuhan kuartal IV-2025 sebagai sinyal awal pemulihan ekonomi.
“Tadinya kan berapa sih? 4 persen, ini 5 persen. Ini 5,1 persen. Sekarang udah 5,39 persen. Itu tertinggi dalam berapa tahun terakhir, lho? Di triwulan keempat mungkin 4 tahun, 5 tahun terakhir. Jadi lumayan. Jadi ada sinyal pembalikan ekonomi,” kata dia.
Untuk mendorong pertumbuhan ke depan, Purbaya menyatakan akan memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga guna memastikan penyerapan anggaran berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Ini awal karena sebagian mesin belum jalan. Tapi saya harapkan tahun ini akan lebih baik lagi. Ini saya akan lebih banyak jalan-jalan ke kementerian/lembaga supaya belanja mereka tetap sasaran,” ucap dia.























