Menhaj Matangkan Pembekalan Petugas Haji Sebulan Penuh

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

 

JCCNetwork.id- Pemerintah mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 dengan memperkuat kapasitas sumber daya manusia petugas haji. Kementerian Haji dan Umrah (Menhaj) menyiapkan ratusan fasilitator yang akan ditugaskan untuk membina serta melatih para petugas sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi.

- Advertisement -

Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menyampaikan bahwa program pembekalan petugas haji akan dimulai pada 10 Januari 2026 dan berlangsung selama satu bulan penuh. Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan haji agar lebih profesional, terstruktur, dan berorientasi pada kebutuhan jamaah Indonesia.

Menurut Gus Irfan, sekitar 170 fasilitator akan dilibatkan secara langsung dalam proses pendidikan dan pelatihan tersebut. Para fasilitator akan bertanggung jawab memastikan seluruh petugas haji memiliki kesiapan yang komprehensif, baik dari sisi teknis pelayanan, ketahanan mental, hingga pemahaman menyeluruh terhadap tugas dan tanggung jawab di lapangan.

“Ada 170 fasilitator yang akan membina menyiapkan para petugas haji yang akan kita mulai diklatnya tanggal 10 Januari. Petugas haji akan kita siapkan selama satu bulan. Selama satu bulan ini tentu banyak hal yang akan kita sampaikan,” kata Gus Irfan dalam kegiatan Media Briefing: Outlook Penyelenggaraan Haji 1447 H/2026, Kamis (8/1).

- Advertisement -

Ia menegaskan, selama masa pembekalan tersebut, petugas haji akan mendapatkan berbagai materi penting yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas di Tanah Suci. Materi pelatihan disusun secara sistematis agar petugas mampu menghadapi berbagai tantangan pelayanan jamaah selama operasional haji berlangsung.

Gus Irfan menjelaskan, terdapat tiga fokus utama dalam pembekalan petugas haji. Pertama, penguatan kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan kepada jamaah. Kedua, pendalaman pemahaman mengenai tugas, fungsi, dan tanggung jawab yang akan dijalankan selama berada di Arab Saudi. Ketiga, penguatan wawasan serta nilai-nilai dasar tentang ibadah haji agar petugas memiliki perspektif yang utuh dalam menjalankan perannya.

“Pertama tentu kesiapan, kedua pemahaman tentang tugas yang akan mereka lakukan di Saudi,” ujarnya.

Selain materi inti tersebut, para petugas juga akan dibekali kemampuan dasar bahasa Arab standar. Pembekalan bahasa ini dinilai penting sebagai sarana komunikasi awal dengan otoritas setempat maupun pihak-pihak terkait selama pelaksanaan ibadah haji.

Gus Irfan berharap, kemampuan berbahasa Arab yang diberikan dapat membantu petugas dalam menjalankan tugas secara lebih efektif, sekaligus meningkatkan kualitas interaksi dan pelayanan kepada jamaah Indonesia.

“Kemudian juga ketiga kita berikan sedikit berpikir tentang haji, kita juga berikan sedikit tentang bahasa Arab standar yang insyaallah akan memberikan manfaat pada petugas haji dari Saudi,” tuturnya.

Melalui program pembinaan dan pelatihan yang intensif tersebut, Kementerian Haji dan Umrah menargetkan terciptanya petugas haji yang profesional, tanggap terhadap kebutuhan jamaah, serta mampu memberikan pelayanan optimal selama penyelenggaraan ibadah haji 2026. Pemerintah berharap, kesiapan petugas yang matang dapat menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji Indonesia di masa mendatang.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Brimob Jaga Ketat Lokasi Penggerebekan Judol Internasional

JCCNetwork.id- Aparat gabungan dari Brigade Mobil (Brimob) Polri dan jajaran kepolisian tampak melakukan penjagaan ketat di sebuah kawasan perkantoran di Jalan Hayam Wuruk, Taman...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER