JCCNetwork.id-Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Selasa (18/11/2025). Pembicaraan ini fokus pada situasi di Jalur Gaza, implementasi gencatan senjata, hingga isu stabilitas kawasan Timur Tengah.
Kantor Kepresidenan Rusia, Kremlin, merilis pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa kedua pemimpin bertukar pandangan secara mendalam mengenai perkembangan di kawasan, termasuk implementasi perjanjian gencatan senjata dan pertukaran tahanan di Gaza.
“Pertukaran pandangan yang mendalam mengenai situasi di kawasan Timur Tengah. Termasuk perkembangan di Jalur Gaza dalam konteks implementasi perjanjian gencatan senjata dan pertukaran tahanan,” bunyi pernyataan Kremlin.
Selain fokus pada Gaza, diskusi juga membahas status quo program nuklir Iran dan kontribusi potensial terhadap stabilisasi lebih lanjut di Suriah.
Perundingan ini dilakukan menyusul kehancuran parah di Gaza akibat operasi militer Israel. Sejak serangan dimulai pada Oktober 2023, lebih dari 69.000 orang tewas, mayoritas wanita dan anak-anak, akibat ofensif yang telah mengubah Jalur Gaza menjadi puing-puing.
Gencatan senjata antara Hamas dan Israel sendiri telah berlaku efektif sejak 10 Oktober 2025. Fase pertama kesepakatan mencakup pembebasan sandera Israel sebagai imbalan atas pembebasan tahanan Palestina.
Kesepakatan ini juga mencakup rencana pembangunan kembali Gaza dan pembentukan mekanisme pemerintahan baru tanpa melibatkan Hamas.























