JCCNetwork.id- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,0 mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran pada Senin (4/5/2026) dini hari sekitar pukul 02.06 WIB. Berdasarkan data awal, pusat gempa berada di laut, sekitar 66 kilometer barat daya Pangandaran, dengan kedalaman 29 kilometer.
Badan penanggulangan bencana setempat memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hingga pagi hari, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut, meski getarannya dirasakan di sejumlah wilayah di Jawa Barat.
Getaran gempa juga dirasakan warga di beberapa daerah, termasuk wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, hingga Kabupaten Garut. Intensitas gempa dilaporkan berada pada skala II hingga III MMI, yang berarti getaran terasa di dalam rumah dan membuat sebagian warga terbangun dari tidur.
Seorang warga Kecamatan Cipatujah, Tasikmalaya, mengaku sempat panik saat gempa terjadi. Ia bersama keluarga dan tetangga bergegas keluar rumah untuk menyelamatkan diri, terutama karena khawatir akan potensi gempa susulan. Namun setelah situasi dinilai aman, warga kembali ke rumah masing-masing.
“Gempa bumi yang terjadi memang terasa getarannya membuat tetangga rumahnya berlari untuk menyelamatkan diri, karena semuanya takut pada kejadian yang pernah terjadi di tahun lalu. Akan tetapi, setelah kejadian kami dan tetangga kembali masuk rumah hingga kembali beristirahat meski gelombang air laut tetap normal seperti biasa,” ujar Herdiana di Pangandaraan.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya menyatakan tim relawan telah diterjunkan untuk melakukan pemantauan di sejumlah titik terdampak, seperti Manonjaya, Singaparna, Cikatomas, dan Sukarame. Hasil sementara menunjukkan tidak ada kerusakan signifikan.
BPBD juga memastikan kondisi perairan di wilayah selatan Jawa Barat tetap normal pascagempa. Aktivitas masyarakat di pesisir tidak terganggu, dan tidak ditemukan adanya kenaikan gelombang laut yang mencurigakan.
“Relawan BPBD di beberapa lokasi tengah melakukan cek rumah pasca-gempa bumi di Kabupaten Pangandaran yang dirasakan oleh masyarakat Manonjaya, Singaparna, Cikatomas dan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya. Karena, lokasi terpusat di Kabupaten Pangandaran getaranya terasa hingga Garut tapi untuk gelombang laut di Cipatujah tetap normal,” paparnya.
Secara geologis, gempa ini tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng di selatan Pulau Jawa. Meski berkekuatan relatif kecil, gempa tersebut tetap dirasakan luas karena kedalamannya yang tidak terlalu dalam.
Otoritas setempat mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta mengikuti informasi resmi dari instansi terkait guna menghindari kepanikan.



