Harga Pupuk Turun 20 Persen, Pemerintah Jaga Produksi Pangan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan nasional dengan menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen di tengah gejolak pasar global yang memicu kenaikan harga pupuk internasional. Kebijakan yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto itu dinilai menjadi upaya antisipatif untuk memastikan keberlanjutan produksi pangan nasional pada musim tanam 2026.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, keputusan tersebut merupakan bentuk respons cepat pemerintah dalam menghadapi ancaman krisis pupuk global yang mulai dirasakan sejumlah negara. Menurutnya, Presiden Prabowo telah sejak awal memetakan potensi gangguan rantai pasok dunia dan memerintahkan langkah mitigasi sebelum dampaknya semakin meluas.

- Advertisement -

“Presiden Prabowo sejak awal sudah melihat bahwa dunia menuju periode ketidakstabilan. Beliau memerintahkan kami untuk tidak menunggu krisis, tetapi mengantisipasinya melalui kebijakan,” ucap Amran dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).

Kebijakan itu diambil pada saat situasi perdagangan pupuk dunia mengalami tekanan cukup serius. Penutupan jalur distribusi strategis Selat Hormuz sejak Februari 2026 akibat konflik di kawasan Timur Tengah menyebabkan terganggunya arus perdagangan pupuk global. Kondisi tersebut diperparah dengan kebijakan penghentian ekspor pupuk nitrogen oleh China, yang mendorong lonjakan harga urea dunia lebih dari 40 persen dalam beberapa pekan terakhir.

Dampaknya, sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara yang selama ini bergantung pada impor pupuk menghadapi risiko gangguan pasokan yang berpotensi menekan produksi pertanian. Indonesia memilih langkah berbeda dengan memperkuat intervensi melalui penyesuaian harga subsidi serta pembenahan tata kelola distribusi.

- Advertisement -

Penurunan harga 20 persen berlaku untuk berbagai jenis pupuk bersubsidi yang menjadi kebutuhan utama petani, seperti urea, NPK, dan ZA. Kebijakan ini diharapkan mampu meringankan beban biaya produksi petani sekaligus menjaga semangat tanam pada musim tanam mendatang.

Selain penyesuaian harga, pemerintah juga melakukan reformasi di sektor distribusi dengan memangkas 145 regulasi terkait penyaluran pupuk melalui Instruksi Presiden. Langkah deregulasi ini ditujukan untuk mempercepat proses distribusi dari Kementerian Pertanian hingga ke tingkat petani tanpa hambatan birokrasi yang selama ini kerap memperlambat penyaluran.

Pemerintah juga memperkuat sistem distribusi berbasis digital melalui integrasi data menggunakan KTP, serta memperluas jaringan kios pupuk hingga ke tingkat desa. Dengan skema tersebut, seluruh kecamatan sentra produksi pangan ditargetkan dapat memperoleh akses pupuk secara lebih cepat dan merata sebelum musim tanam gadu 2026 dimulai.

Dari sisi ketersediaan stok, pemerintah mengklaim telah menyiapkan diversifikasi sumber pasokan sejak tahun lalu guna mengurangi ketergantungan terhadap jalur impor tertentu. Strategi ini dinilai mampu menekan dampak gangguan distribusi internasional sehingga kebutuhan pupuk nasional tetap dapat terpenuhi.

Kementerian Pertanian memperkirakan kebijakan tersebut berpotensi menekan biaya produksi petani hingga ratusan ribu rupiah per hektare dalam setiap musim tanam. Selain itu, lebih dari 16 juta petani disebut akan memperoleh manfaat langsung melalui kemudahan akses pupuk dan stabilitas pasokan.

Tak hanya fokus pada sektor hulu, pemerintah juga memperkuat perlindungan di sektor hilir dengan menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini bertujuan menjaga pendapatan petani agar tetap stabil di tengah dinamika harga pasar.

Melalui kombinasi kebijakan subsidi pupuk, deregulasi distribusi, dan jaminan harga hasil panen, pemerintah berharap produktivitas pertanian nasional tetap terjaga serta ketahanan pangan Indonesia semakin kuat menghadapi tekanan global yang diperkirakan masih berlanjut sepanjang 2026.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Prabowo Genjot Investasi Hilirisasi

JCCNetwork.id – Presiden Prabowo Subianto meminta peningkatan investasi di sektor hilirisasi guna memperkuat nilai tambah industri dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Arahan tersebut disampaikan dalam...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Bahlil Ungkap Strategi Baru Ekspor Indonesia, Tak Perlu Singgah di Negara Lain
08:45
Video thumbnail
Kapolri Suyudi Gandeng Komdigi Perkuat Pemberantasan Kejahatan Digital
05:12
Video thumbnail
Dinilai Berpotensi Bebani APBN, 26 Wantimpres Era Prabowo Digugat ke MK #shorts #trending
01:35
Video thumbnail
Kalau Ketemu Presiden Prabowo Mau Sampaikan Apa?
01:14
Video thumbnail
Gugatan ke MK, Keberadaan 26 Wantimpres Prabowo Dinilai Bebani APBN
12:59
Video thumbnail
Prabowo Kerap Reshuffle Menteri, Mahfud MD Angkat Bicara
09:01
Video thumbnail
Komisi III DPR Serukan Perangi Jaringan Narkoba Dari Malaysia #shorts #trending
01:20
Video thumbnail
Hinca Panjaitan Serukan Perang terhadap Bandar Narkoba Dari Malaysia
09:35
Video thumbnail
Dukung Rumah Subsidi, Prabowo Dorong Penyerapan 2,4 Juta Genteng Produksi UMKM #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Menteri Ara Beberkan Arahan Prabowo, 2,4 Juta Genteng UMKM Siap Dikirim untuk Rumah Subsidi
08:01
Video thumbnail
Indonesia Bersiap Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Bahlil Akhirnya Buka Suara
08:30
Video thumbnail
Detik-Detik Mentan Amran Jadi Pusat Perhatian di Lampung #shorts #trending
01:58
Video thumbnail
Usulan Luhut Soal Redefinisi Korupsi Tak Disetujui Prabowo
12:26
Video thumbnail
Rocky Gerung Singgung Era Jokowi, Sebut Pernah Lolos dari 34 Laporan Polisi #shorts #trending
01:57
Video thumbnail
Singgung Era Jokowi, Rocky Gerung Bicara Pengalaman, Klaim Lolos dari 34 Laporan Polisi
11:22
Video thumbnail
Hakim Daniel Singgung Aturan Wantimpres dari Era Jokowi
08:34
Video thumbnail
Usulan Luhut Soal Redefinisi Korupsi Belum Disetujui Prabowo #shorts #trending
02:12
Video thumbnail
Sidang UU Polri Arsul Sani Singgung Amplop Cokelat dalam Rapat Resmi
09:14
Video thumbnail
DPR Tekankan Pentingnya Kompetensi Sebut Ijazah Bukan yang Utama, tapi Jangan Sampai Palsu #shorts
01:57
Video thumbnail
DPR Ingatkan Mahasiswa: Gelar Bukan Tolok Ukur Utama, Keaslian Ijazah Tetap Penting
08:04

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER