Pakar Jelaskan Evolusi Buzzer di Dunia Politik

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNewok.id- Sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR kembali digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/11/2025), dengan menghadirkan pakar media sosial Ismail Fahmi sebagai saksi ahli dalam perkara lima anggota DPR nonaktif yang terlibat aksi unjuk rasa pada Agustus 2025 lalu.

Dalam keterangannya, Ismail menjelaskan bahwa istilah buzzer pada dasarnya bersifat netral dan tidak selalu memiliki konotasi negatif seperti yang sering diasosiasikan publik. Menurutnya, buzzer hanya merupakan pihak yang bertugas menyebarkan informasi (buzzing), dan baik buruknya tergantung pada tujuan dan isi pesan yang disebarkan.

- Advertisement -

“Aslinya buzzer itu netral karena dia sifatnya bazing dan mengaplikasi nah ini menjadi baik atau buruk tergantung apa yang diaplikasi,” jelas Fahmi di hadapan majelis MKD.

Fahmi juga menekankan bahwa ada dua jenis buzzer berdasarkan peran dan orientasinya. Pertama, buzzer yang berperan sebagai tim promosi atau respon sosial, yang bertugas memperluas jangkauan informasi pemerintah, lembaga, atau organisasi. Kedua, buzzer yang digunakan secara negatif, yakni untuk menyerang individu, membelokkan fakta, atau menciptakan polarisasi di ruang publik.

“Ketika itu tugasnya berbeda 180 derajat untuk negatif menyerang orang membelokkan membuat mengarahkan orang untuk melakukan sesuatu secara negatif ini yang berbahaya,” tegas Ismail.

- Advertisement -

Pernyataan Ismail ini menjadi sorotan dalam sidang MKD yang tengah menyelidiki dugaan pelanggaran etik lima anggota DPR nonaktif, yakni Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach (Fraksi NasDem), Eko Patrio dan Uya Kuya (Fraksi PAN), serta Adies Kadir (Fraksi Golkar), yang sebelumnya menyebabkan aksi unjuk rasa pada akhir Agustus lalu.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Iran Bersiap Hadapi Perang Besar

JCCNetwork.id — Angkatan Bersenjata Iran menerbitkan instruksi pertahanan nasional yang mengatur langkah pemerintah menghadapi tiga kemungkinan perkembangan konflik, yakni berakhirnya perang, gencatan senjata, dan...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Bikin Suasana Pecah, Zulhas Candai Cak Imin di Depan Prabowo soal Pilpres
09:27
Video thumbnail
Di Hadapan Presiden Prabowo, KH Hasan Abdullah Sahal Memilih Bicara Apa Adanya
08:14
Video thumbnail
Cerita Mentan Amran Naik Copot Manager Disaat Maba Curhat Sulit Dapat Pupuk
08:08
Video thumbnail
Jawaban Maba Bikin Mentan Amran Kaget, Mau Sukses Ogah Berproses
08:08
Video thumbnail
NasDem Usul Ambang Batas 7 Persen #shorts
02:03
Video thumbnail
Para Pemberantas Korupsi Ternyata Korupsi
01:21
Video thumbnail
Blak blakan KDM Kenang Sosok Danny Setiawan, Ada Satu Momen yang Tak Pernah Dilupakan
08:07
Video thumbnail
Pemilik Lahan Langsung Nurut! Sherly Tjoanda Kasih Pesan soal Larangan Bakar Lahan
08:23
Video thumbnail
Gub Sherly Tjoanda Girang Lihat Bibit Kelapa Siap Tanam dan Terima Kasih ke Pak Presiden, Pak Mentan
08:18
Video thumbnail
Prabowo Pede, Tegaskan Bukan Pemimpin Omon-Omon
10:10
Video thumbnail
Prabowo Beberkan Besarnya Potensi Kelapa Sawit Indonesia
08:34
Video thumbnail
Rakyat Tunggu Kapan Presiden Prabowo Hukum Mati Koruptor Atau Dikirim ke Nusakambangan
12:19
Video thumbnail
Momen Prabowo Candai Kapolri di Gontor, Hanya di Indonesia Kepala Polisi Pakai Kopiah
09:37
Video thumbnail
Rp134,2 Triliun Digelontorkan untuk MBG, Menkeu Sebut Program Makin Tepat Sasaran
08:31
Video thumbnail
Suahasil Beberkan Warisan Krisis 1998 Rp640 Triliun, Benarkah Sudah Tuntas?
08:57
Video thumbnail
Detik-Detik Prabowo Kepalkan Tangan dan Serukan “Free Palestine” di Gontor #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Rapat DPR Memanas Saat Bahas Reforma Agraria, UU Apa Ini?
08:33
Video thumbnail
Masih Adakah Program Lapor Seperti Era Pak Purbaya #shorts #trending
01:11
Video thumbnail
Momen Hangat di Gontor! Prabowo Dapat Hadiah Keffiyeh Setelah Pekik “Free Palestine
10:10
Video thumbnail
Momen Prabowo Berapi-api di Gontor, Kepalkan Tangan, Teriakkan “Free Palestine”
09:56

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER