Ricuh di Muktamar PPP Cermin Minimnya Figur Pemersatu

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pembukaan Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di kawasan Ancol, Jakarta, Sabtu (27/9/2025), berakhir ricuh. Forum tertinggi partai berlambang Ka’bah itu diwarnai tensi politik internal yang semakin memanas sejak awal sidang.

Kericuhan kian mencuat setelah dua calon ketua umum, Muhammad Mardiono dan Agus Suparmanto, saling mengklaim diri sebagai ketua umum terpilih, padahal proses muktamar baru memasuki hari pertama. Kondisi tersebut langsung memunculkan kekhawatiran publik akan kembalinya bayang-bayang dualisme kepemimpinan di tubuh PPP.

- Advertisement -

Fenomena itu mengingatkan pada konflik serupa tahun 2014. Kala itu, PPP juga mengalami perpecahan kepemimpinan antara kubu Romahurmuziy dan Djan Faridz. Bahkan, dua muktamar digelar, termasuk muktamar di Ancol pada 2 November 2014 yang menetapkan Djan Faridz sebagai ketua umum.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai dinamika di tubuh PPP bukan hal mengejutkan. Menurutnya, konflik terbuka rawan muncul di partai yang tidak memiliki figur sentral sebagai pemersatu. Kendati demikian, Hendri menilai situasi ini tetap bisa dipandang positif sebagai bagian dari proses demokrasi.

 

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Justin Hubner Resmi Menikahi Jennifer Coppen di Bali

JCCNetwork.id- Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menghadiri prosesi pernikahan pemain Tim Nasional Indonesia, Justin Hubner, dengan aktris dan selebgram Jennifer Coppen yang berlangsung di...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER