Empat Balita di Tangerang Terinfeksi HIV

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang melaporkan temuan empat kasus baru HIV/AIDS pada anak balita sepanjang tahun 2025. Keempat anak tersebut diketahui terpapar sejak dalam kandungan karena sang ibu telah lebih dulu positif HIV.

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menjelaskan bahwa temuan ini menambah catatan kasus HIV/AIDS di wilayahnya yang mencapai 374 kasus hingga September 2025. Mayoritas pengidap berasal dari kelompok usia produktif 25 hingga 60 tahun.

- Advertisement -

“Kalau tahun ini ada empat orang, rata-rata karena ibunya hamil dan positif HIV. Jadi sudah terpapar sejak dalam kandungan,” ujar Hendra, Jumat (19/9/2025).

Menurut Hendra, penularan HIV pada bayi sebenarnya dapat diminimalisasi apabila ibu hamil melaporkan kondisi kesehatannya sejak dini. Persalinan dengan metode operasi caesar dianggap lebih aman dibandingkan persalinan normal karena dapat menekan risiko bayi ikut terinfeksi.

“Biasanya kalau lahir normal bisa terpapar, tetapi kalau melalui operasi caesar tidak,” jelasnya.

- Advertisement -

Saat ini, empat balita tersebut menjalani perawatan intensif oleh dokter spesialis anak dengan pemberian obat antiretroviral. Meski jenis obatnya sama dengan orang dewasa, dosis yang diberikan disesuaikan dengan usia pasien.

“Obatnya sama dengan orang dewasa, hanya berbeda dosisnya saja,” tambah Hendra.

Lebih lanjut, Hendra menegaskan bahwa sebagian besar kasus HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang disebabkan perilaku seksual berisiko. Selain hubungan seksual, penularan juga dapat terjadi melalui transfusi darah yang tidak aman.

“Virus HIV menular melalui berbagai cara, tetapi paling umum dari hubungan seksual dan transfusi darah,” katanya.

Untuk menekan laju penyebaran HIV/AIDS, Dinkes Kabupaten Tangerang bekerja sama dengan sejumlah organisasi masyarakat dalam program skrining dan pemeriksaan kesehatan. Hingga kini, sebanyak 4.000 warga telah menjalani tes, dengan hasil 374 orang terkonfirmasi positif.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan hubungan seksual di luar nikah karena sangat berisiko,” tegas Hendra.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Dendam Jadi Motif Pembunuhan Agrapinus Rumatora

JCCNetwork.id-Kepolisian Daerah Maluku mengungkap motif sementara dalam kasus pembunuhan Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora. "Untuk motif adalah pengakuan terduga pelaku adalah...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER