JCCNetwork.id- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimistis perekonomian Indonesia dapat kembali tumbuh mendekati target awal sebesar 5,2 persen pada akhir tahun 2025.
Dalam keterangannya di Gedung DPR RI, Kamis (11/9/2025), Purbaya menegaskan tanda-tanda pemulihan ekonomi sudah terlihat. Ia memproyeksikan dalam tiga bulan ke depan laju pertumbuhan akan semakin cepat.
“Saya baru tiga hari, tunggu dahulu ya, tetapi bisa mendekati itu (target 5,2 persen). Saya yakin akan tumbuh lebih cepat. Itu tanda-tandanya bahwa ekonomi kita sudah melewati titik terendah,” ujar Purbaya.
Sebagai langkah percepatan, pemerintah menyiapkan penyaluran dana ke sektor perbankan.
Dana pemerintah yang selama ini mengendap di Bank Indonesia (BI) akan dikucurkan sebesar Rp200 triliun ke enam bank mulai Jumat (12/9/2025).
Menurut Purbaya, penempatan dana tersebut diharapkan mampu memperkuat likuiditas dan mendorong penyaluran kredit produktif.
“Mereka (bank) pintar mencari proyek-proyek yang bagus untuk menyalurkan dana itu supaya tidak mengalami negative spread.
Jadi dengan cara itu hampir pasti uang akan nyebar di sistem ekonomi dan ekonomi akan tumbuh lebih cepat,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui belum menghitung secara detail dampak distribusi dana tersebut.
Purbaya menegaskan pemerintah siap menambah alokasi apabila hasil evaluasi menunjukkan perlunya tambahan.
“Yang jelas itu kan percobaan pertama. Kita lihat dalam waktu seminggu, dua minggu, tiga minggu seperti apa dampaknya ke ekonomi. Kalau kurang, tambah lagi,” tegasnya.
Sebelumnya, Menkeu terdahulu Sri Mulyani merevisi target pertumbuhan ekonomi 2025 menjadi 4,7–5 persen, lebih rendah dari target awal dalam APBN 2025 sebesar 5,2 persen.
Pada kuartal II 2025, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,12 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Namun, sejumlah pihak masih meragukan daya tahan perekonomian nasional menghadapi ketidakpastian global.



