JCCNetwork.id- Bencana banjir yang melanda Bali sejak Selasa (9/10) terus menelan korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 16 orang, sementara satu orang lainnya masih dalam pencarian.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan, tambahan korban berasal dari salah satu dari dua orang yang sebelumnya dilaporkan hilang.
“Satu masih dilaporkan hilang,” ujarnya.
BNPB merinci korban meninggal terdiri dari 10 orang di Kota Denpasar, dua orang di Kabupaten Jembrana, tiga orang di Kabupaten Gianyar, dan satu orang di Kabupaten Badung.
Upaya pencarian terhadap korban hilang masih berlangsung dengan mengerahkan sedikitnya 125 personel gabungan di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat.
Meski sebagian besar wilayah telah berangsur surut, tim gabungan tetap melakukan pembersihan material banjir dan penyedotan genangan air, termasuk di basemen Pasar Badung.
“Kondisi di Bali sudah mulai normal dan terkendali,” tambah Abdul Muhari.
Data BPBD Provinsi Bali mencatat lebih dari 120 titik banjir disertai tanah longsor. Kota Denpasar menjadi wilayah terdampak terparah dengan 81 titik banjir, disusul Gianyar 14 titik, Badung 12 titik, Tabanan delapan titik, Karangasem dan Jembrana masing-masing empat titik, serta Klungkung di Kecamatan Dawan.
Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di 18 titik. Karangasem menjadi wilayah dengan laporan terbanyak, yakni 12 titik, diikuti Gianyar lima titik, dan satu titik di Badung.























