JCCNetwork.id- Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, menggelar pertemuan penting dengan seluruh ofisial Tim Nasional Indonesia pada Rabu (23/4/2025). Agenda ini dilakukan sebagai bentuk konsolidasi dan penyamaan visi jelang berbagai agenda krusial yang akan dijalani skuad Garuda, termasuk lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pertemuan yang juga dihadiri Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, berlangsung dalam suasana serius namun penuh semangat. Dalam sambutannya, Erick Thohir menekankan pentingnya standarisasi dalam pengelolaan tim serta komitmen kolektif demi kemajuan sepak bola nasional.
“Siapa yang ingin ke Piala Dunia? Oh semua ya. Tapi saya juga ingin kita introspeksi diri. Standardisasi dalam pengelolaan tim itu tergantung dari posisi timnya. Sepakat ya?” kata Erick dikutip dari video unggahan di akun tersebut, Kamis (24/4/2025).
Menurut Erick, momen saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mewujudkan mimpi besar Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia. Ia mengingatkan bahwa kesuksesan harus dibangun dari seluruh jenjang tim nasional, tidak hanya bertumpu pada skuad senior.
“Yang mau saya sampaikan, kalau kita melihat dua tahun yang lalu. Pernah enggak kita mimpi ke Piala Dunia? Kemarin (Indonesia) baru juara SEA Games sejak 32 tahun, tetapi selalu saya bilang kita punya komitmen buat program serius. Dan hasilnya ada, timnas U-17, U-20, U-23, senior,” ujar Erick.
Mantan Presiden Inter Milan tersebut mengapresiasi peningkatan kualitas pengelolaan timnas yang disebutnya sudah jauh lebih baik dibanding dua tahun lalu. Namun, ia menegaskan bahwa peningkatan ini harus terus dijaga dan dibarengi dengan evaluasi menyeluruh.
“Dua tahun lalu standar kita enggak di sini (Piala Dunia). Mimpi kita belum sampai sini juga. Artinya apa? Karena kita punya mimpi besar dan standar kita berbeda. Yang salah siapa? Enggak usah salah-salahan. Salahnya kita semua siapa yang suruh mimpinya Piala Dunia,” ucap Erick.
“Artinya apa? Kita mau set back atau kita mau moving forward. Kalau kita sebagai manusia tidak beradaptasi dengan perubahan. Itu kegagalan. Kita harus introspeksi, kita mau moving forward,” tandasnya.
Lebih lanjut, Erick meminta para ofisial untuk tidak saling menyalahkan bila menghadapi kegagalan. Sebaliknya, ia mendorong semua elemen untuk bergerak maju dan beradaptasi terhadap perubahan yang terus terjadi di dunia sepak bola.
Sementara itu, Timnas Indonesia masih berjuang dalam lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Skuad Garuda memiliki dua laga penting tersisa yang akan digelar pada Juni mendatang, yakni melawan Tiongkok dan Jepang. Indonesia masih berpeluang untuk lolos secara langsung maupun melalui jalur playoff di putaran keempat.
Di sisi lain, Timnas U-17 yang dilatih Nova Arianto telah memastikan satu tempat di Piala Dunia U-17 2025 setelah sukses menembus perempat final Piala Asia. Turnamen dunia kelompok umur ini akan digelar pada November 2025.











