Mahasiswa Gugat Revisi UU TNI ke MK

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) resmi mengajukan gugatan terhadap revisi Undang-Undang No. 34/2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan ini diajukan setelah DPR RI mengesahkan revisi UU tersebut pada Kamis (20/3).

Kuasa hukum pemohon, Abu Rizal Biladina, menyatakan bahwa revisi UU TNI tersebut mengandung kecacatan prosedural dalam proses pembentukannya.

- Advertisement -

“Alasan kami menguji itu karena kami melihat ada kecacatan dalam pembentukan peraturan perundang-undangan a quo. Jadi, sehingga ya kami menyatakan bahwasanya Undang-Undang tersebut inkonstitusional secara formal,” kata Rizal, Jumat (21/3).

Dalam gugatannya, para pemohon mengajukan lima pokok permohonan. Pertama, mereka meminta MK mengabulkan seluruh permohonan judicial review. Kedua, mereka menuntut agar UU TNI yang baru dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat. Ketiga, pemohon menyatakan bahwa revisi UU TNI tidak memenuhi ketentuan pembentukan undang-undang berdasarkan UUD 1945. Keempat, mereka meminta MK menghapus norma baru dalam UU TNI yang telah disahkan dan mengembalikan norma lama sebelum revisi. Kelima, pemohon meminta keputusan MK dimuat dalam berita negara.

Menanggapi gugatan tersebut, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menyatakan bahwa pihaknya menghormati hak masyarakat untuk mengajukan judicial review ke MK. Menurutnya, mekanisme hukum ini merupakan bagian dari sistem demokrasi yang terbuka di Indonesia.

- Advertisement -

“Jika ada kelompok masyarakat yang keberatan, mereka bisa mengajukan judicial review ke MK. Itu adalah hak konstitusional yang kami hormati. DPR tidak menutup ruang bagi siapa pun yang ingin mengoreksi atau menguji undang-undang ini di ranah hukum,” kata Saan melalui keterangannya, Senin (24/3).

Saan juga menegaskan bahwa revisi UU TNI telah melalui berbagai mekanisme pembahasan yang melibatkan akademisi, pakar hukum, serta organisasi masyarakat sipil. Ia menampik tudingan bahwa revisi dilakukan secara tergesa-gesa dan menyatakan bahwa prosesnya telah berlangsung cukup lama.

“Banyak undang-undang yang dibahas secara maraton, bukan hanya ini saja. Prosesnya panjang, partisipasi publik tetap dibuka, dan kami berdiskusi dengan banyak pihak, termasuk akademisi dan masyarakat sipil. Jadi, tidak ada yang namanya terburu-buru,” ungkapnya.

Saan menyadari bahwa masih ada kelompok yang keberatan dengan beberapa poin dalam revisi UU TNI. Namun, ia menegaskan bahwa mekanisme hukum telah disediakan bagi pihak-pihak yang merasa tidak puas dengan hasil legislasi.

Sementara itu, MK diharapkan segera menjadwalkan sidang perdana untuk memproses gugatan yang diajukan oleh para mahasiswa UI tersebut. Perkembangan kasus ini akan menjadi perhatian bagi berbagai pihak, terutama terkait legitimasi revisi UU TNI dalam sistem hukum Indonesia.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Harga Emas Menguat di Tengah Turunnya Harga Minyak

JCCNetwork.id- Harga emas dunia mencatatkan kenaikan pada perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026, di tengah perhatian investor terhadap keputusan kebijakan suku bunga bank sentral Amerika...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Daftar 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Perusahaan Singapura hingga Korsel Muncul #shorts #trending
01:53
Video thumbnail
Momen Mentan Amran Beri Kebebasan Bagi Petani
02:01
Video thumbnail
Terungkap, 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Perusahaan Singapura hingga Korsel Ikut Terseret
11:10
Video thumbnail
Celetukan Bahlil soal Minyak Sebut Sekarang Lebih Dicari daripada Emas #shorts #trending
00:59
Video thumbnail
Sambil Tertawa, Bahlil Singgung Minyak yang Kini Lebih Dicari daripada Emas
10:43
Video thumbnail
Sudaryono Video Call Rocky Gerung saat Galau Pimpin BGN #shorts #trending
01:38
Video thumbnail
Blak-blakan, Sudaryono Cerita Video Call Rocky Gerung saat Galau Pimpin BGN
08:38
Video thumbnail
Mentan Amran Sentil Pejabat yang Merasa Paling Pintar, tapi Minim Bukti Kerja Nyata
09:25
Video thumbnail
Mahasiswa UI Wanti Wanti Penting RUU Perampasan Aset Jangan Sampai Milik Orang Lain Ikut Dirampas
08:41
Video thumbnail
POV Kalau Ketemu Pak Prabowo Apa Yang Mau Dikatakan? #shorts #trending
00:42
Video thumbnail
KDM Cengar-Cengir Saat Dijuluki Gubernur Konten
08:05
Video thumbnail
Detik-Detik Mentan Amran Mendadak Jadi Makcomblang untuk Peternak Telur #shorts #trending
01:18
Video thumbnail
Bikin Suasana Cair, Mentan Amran Mendadak Jadi Makcomblang, Carikan Jodoh untuk Peternak Telur
08:36
Video thumbnail
Jangan Main-Main Daerah Tak Bentuk Satgas MBG Bakal Disurati, Ada Apa?
08:31
Video thumbnail
Tak Main-Main, Mentan Amran Serukan Hukuman Berat bagi Mafia Beras Oplosan #shorts #trending
01:58
Video thumbnail
Tak Main-Main, Mentan Amran Serukan Hukuman Berat bagi Mafia Beras Oplosan
09:03
Video thumbnail
Beda dari Biasanya Begini Gaya Santai Hakim MK Saldi Isra Saat Ngopi Bareng Bareng Anak Muda
09:49
Video thumbnail
Bahlil Tak Main-Main, Tindak Pejabat Migas yang Masih Main Belakang #shorts #trending
01:25
Video thumbnail
Bahlil Tegas ke Jajaran Ditjen Migas: Main Bawah Tangan, Saya Selesaikan
08:31
Video thumbnail
Harga Pakan Melambung, Mentan Perintahkan Satgas Sisir Perusahaan Penjual #shorts #trending
01:10

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER