JCCNetwork.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara terbuka menegur Ketua Komisi XII DPR RI dari Partai Golkar, Bambang Patijaya, yang dianggap tidak membelanya saat kebijakan penghapusan pengecer LPG mendapat kritik keras.
“Ketua Komisi XII ada? Bapak sebagai Ketua Komisi XII yang utamanya Partai Golkar ngomong juga seperti ini. Hati-hati, ini ibarat sebuah kapal. Jangan teman-teman pikir kapal ini memasuk karam. Justru di sinilah nahkoda kapal melihat ABK dan penumpang kapal siapa yang bersama-sama saya. Saya mau tahu saja,” kata Bahlil di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Sabtu (8/2/2025).
Pernyataan ini seakan menjadi isyarat bahwa Bahlil tengah menakar loyalitas kader Golkar di tengah badai yang menimpanya. Ia menyebut bahwa seorang nakhoda yang telah berpengalaman mengarungi gelombang pasti tahu mana awak kapal yang benar-benar setia.
“Cuma nahkoda yang satu ini kan sudah sering bermain di ombak-ombak itu. Jadi insyaAllah, no problem. Enggak ada masalah saya pikir. Itulah dinamika kita untuk Partai Golkar. Tapi saya yakinkan terhadap hal itu semua bahwa dinamika ini semakin menyolidkan kita, semakin perkokoh kita untuk mendukung pemerintahan Pak Prabowo dan Mas Gibran,” ucap dia.
Awalnya, Bahlil berencana menghapus peran pengecer elpiji 3 kg dan mengalihkannya menjadi pangkalan resmi. Namun, kebijakan itu berujung pada kelangkaan, antrean panjang, hingga korban jiwa.
Tragisnya, seorang warga Pamulang, Tangerang Selatan, Yonih (62), meninggal dunia akibat kelelahan saat mengantre gas elpiji 3 kg pada Senin (3/2/2025). Presiden Prabowo pun turun tangan dengan memerintahkan agar distribusi elpiji kembali seperti semula melalui agen dan pengecer.



