Riza Patria Mundur, Apa Kabar Marshel Widianto?

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Tahun 2024 menjadi tahun yang penuh dinamika dalam perpolitikan Tangerang Selatan (Tangsel). Ahmad Riza Patria, yang sebelumnya digadang-gadang sebagai calon Wali Kota Tangsel, secara mengejutkan mundur dari pencalonan. Keputusan ini memicu berbagai spekulasi dan dampak luas terhadap konstelasi politik di daerah tersebut. Salah satu pihak yang merasakan dampak dari mundurnya Riza Patria adalah Marshel Widianto, selebritas yang sebelumnya dipasangkan dengan Riza Patria sebagai calon Wakil Wali Kota.

 

- Advertisement -

Marshel Widianto, yang terjun ke dunia politik dengan penuh keyakinan, menghadapi berbagai tantangan sejak awal pencalonannya. Keberaniannya untuk mencalonkan diri menjadi sorotan banyak pihak, dan tidak sedikit kritik yang dilontarkan, termasuk dari rekan sesama selebritas seperti Nikita Mirzani dan Pandji Pragiwaksono. Hingga saat ini, Marshel belum memberikan tanggapan resmi terkait perubahan mendadak dalam pencalonannya. Media sosialnya pun dipenuhi dengan pertanyaan dan spekulasi dari netizen mengenai masa depannya dalam Pilwalkot Tangsel 2024.

Beberapa komentar yang muncul di media sosial mengungkapkan kekecewaan dan pertanyaan mengenai kelanjutan nasib Marshel Widianto. Akun azaliakbar bertanya,”PKS sudah cabut. Who’s next?” tanya akun azaliakbar.”(EPS 45) The End,” kata akun aldianfitrah yang mengomentari konten ‘Marshel Untuk Tangsel’ yang biasa diunggah oleh komika asal Tanjung Priok itu.
“Yah gagal di usung jadi walikota, nyeseeeekkkk,” kata akun agussadirman.

Marshel Widianto, meski menghadapi kritik, tetap menunjukkan sikap optimis. Dalam sebuah wawancara di studio FYP, Jakarta Selatan, Marshel mengungkapkan keyakinannya bahwa kritik adalah bagian dari perjalanan hidupnya.

- Advertisement -

“Menurut saya itu bagian dari hidup. Hidup saya dari dulu sebelum diposisikan sekarang banyak yang meremehkan, banyak orang yang nggak percaya saya bisa keluar dari kemiskinan dan ini bisa menjadi bensin buat saya melesat lebih cepat,” kata Marshel Widianto di studio FYP, Mampang.

Namun, kritik terhadap Marshel tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam dunia hiburan itu sendiri. Nikita Mirzani, dalam video media sosialnya, menyoroti berbagai isu terkait masa lalu Marshel, termasuk tudingan pengkhianatan terhadap rekan kerja dan masalah pribadi lainnya. Marshel menanggapi tudingan tersebut dengan sikap terbuka. Ia mengakui kesalahan-kesalahannya di masa lalu dan menegaskan komitmennya untuk berubah dan berkembang.

“Saya tidak berkelit, bahkan sebelum ada komentar ini, makasih Kak Nikmir karena sebelumnya saya sudah mengakui kesalahan-kesalahan yang sudah saya lakukan. Semua manusia itu punya masa lalu, saya percaya saya bisa berubah dan manusia bisa berubah. Buktinya hari ini saya tidak datang telat teman-teman,” ucap Marshel Widianto tertawa kala itu.

Sementara itu, mundurnya Ahmad Riza Patria dari pencalonan Wali Kota Tangsel menyebabkan perubahan besar dalam dukungan politik. Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, mengonfirmasi peralihan dukungan dari Riza Patria dan Marshel Widianto ke pasangan lain, yaitu Benyamin dan Pilar. Menurutnya, perubahan ini merupakan hal yang umum terjadi dalam proses Pilkada, terutama menjelang hari-H pemilihan.

“Informasi mundurnya Pak Ariza Patria pada kontestasi Pilkada Tangsel ini benar. Oleh karena itu terjadi peralihan dukungan di Pilkada Tangsel dari Riza – Marshel menjadi Benyamin – Pilar,” kata Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani kepada wartawan.

PKS, yang sebelumnya memberikan dukungan kepada pasangan Riza-Marshel, juga turut mengubah arah dukungannya. Mereka kini mengusung pasangan Ruhama dan Shinta. Ketua DPW PKS Banten, Gembong R Sumedi, menjelaskan bahwa perubahan ini dipicu oleh dinamika politik lokal dan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mempengaruhi dukungan partai.

“Iya betul. Kader di Tangsel ini memang dari awal semangat maju, kemudian ada putusan MK, nah ini yang mereka akhirnya bersemangat membuka opsi maju Pak Ruhama Bu Shinta” kata Ketua DPW PKS Banten Gembong R Sumedi.

 

 

 

JARI’98 mengamati bahwa Megawati Soekarnoputro kini tampil lebih humoris bahkan kerap menyebut nama Kapolri dalam pidatonya menandakan Megawati paham betul bahwa Jenderal Listyo Sigit Prabowo adalah sosok berprestasi yang merangkul semua lapisan masyarakat, termasuk alim ulama dan santri di NKRI.

Para pengamat juga dimina untuk tidak mempersepsikan pernyataan Megawati dengan tendensi negatif terhadap Kapolri. Lantaran semuanya tengah baik-baik saja kok.

“Mungkin Mbak Megawati sebagai Presiden RI ke-5 notabene bintang 5 mau lepas kangen dan rindu pada adik asuhnya yakni Kapolri Jend Pol Listyo Sigit Prabowo, karena Kapolri itu bintang 4,” kata Ketua Presidium Jari 98 Willy Prakarsa.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kejaksaan Gelar Lelang Aset Koruptor di BPA Fair 2026

JCCNetwork.id- Kejaksaan Agung bersama Badan Pemulihan Aset meluncurkan langkah baru dalam upaya pengembalian kerugian negara dengan menggelar lelang massal aset hasil tindak pidana korupsi....

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER