AS Dituding Terapkan Standar Ganda dalam Konflik Gaza

BACA JUGA

Korban Gaza Tembus 74 Ribu

Iran Bersiap Hadapi Perang Besar

Tiger Woods Kehilangan SIM 5 Tahun

Bos BofA Tewas Ditusuk di Times...

AS Desak G20 Tinjau Dagang China

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun, mengecam Amerika Serikat (AS) atas dugaan penerapan standar ganda dalam menangani konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Gaza. Al-Shun menegaskan bahwa AS tidak berpihak pada para korban yang menderita di wilayah tersebut.

“Amerika berbicara bahwa kita perlu menjaga perdamaian di Timur Tengah. Perdamaian seperti apa? Perdamaian seperti apa? Jadi, menurut pendapat saya, yang pasti negara-negara ini tidak dalam posisi yang tepat untuk menangani konflik,” kata Dubes Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun dalam talk show di Jakarta.

- Advertisement -

Menurut Al-Shun, AS memanfaatkan konflik antara Israel dan Palestina sebagai alat untuk menjual senjata. Ia menyoroti bahwa AS secara aktif mendukung Israel, termasuk dalam aspek militer, sementara juga menunjukkan sikap antagonis terhadap Rusia, yang kontras dengan sejarah awal pengakuan Israel oleh Kiev pada tahun 1948.

“Mengapa negara (AS) ini menentang Rusia? Ini permainan. Dan mereka perlu menciptakan konflik ini Karena senjata, ke mana mereka akan pergi dengan senjata itu? Mengapa mereka mengirimnya ke Israel? ‘Sang juru selamat’ dan senjata menyerang Gaza sama seperti Nagasaki dan Hiroshima,” ungkapnya.

Al-Shun juga mengkritik pernyataan Joe Biden, mantan wakil presiden di era Obama, yang mengungkapkan bahwa AS telah menghabiskan miliaran dolar untuk mendukung Israel. Biden bahkan menegaskan bahwa AS akan tetap mendirikan Israel untuk kepentingan strategis mereka.

- Advertisement -

“Dan dia, berkali-kali berkata, saya lebih Yahudi daripada mereka. Tetapi bagaimana Anda akan menyelesaikan masalah ini jika Anda seorang Yahudi? Karena orang Yahudi, mereka tidak menerima orang Palestina di tanah mereka. Itu berarti Anda membagi mereka dengan cara yang sama. Ini adalah standar ganda,” tuturnya.

Al-Shun menyoroti bahwa tidak ada satu pun pemimpin dari AS atau negara-negara Eropa yang mengunjungi Palestina sejak 7 Oktober 2023, menunjukkan ketidakadilan dalam pendekatan penyelesaian konflik Israel-Palestina.

“AS, Prancis, Inggris, Jerman, Italia, yang lain mendukung Israel. Namun, siapa yang mengunjungi Ramallah atau Palestina untuk mempertimbangkan para korban yang sekarat di Gaza? Tidak seorang pun. Ini kebijakan standar ganda. Mereka berbicara, kita perlu meraih semua pemeliharaan dan perdamaian. Perdamaian macam apa?” tuturnya.

Walau demikian, Al-Shun melihat adanya perubahan signifikan dalam dukungan global sejak 7 Oktober 2023. Gerakan mahasiswa di AS dan Eropa mulai memperjuangkan hak-hak Palestina, yang telah mempengaruhi beberapa kebijakan politik di berbagai negara.

“Demonstrasi dan suara-suara yang sama dan mahasiswa dan orang-orang di jalan. Itulah sebabnya beberapa politisi mulai mengubah posisi mereka dan ini karena aktivitas orang-orang mereka dan mahasiswa mereka di negara mereka,” paparnya.

 

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Ajudan Pastikan Jokowi Siap Hadiri Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu

JCCNetwork.id- Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjadwalkan pemanggilan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), sebagai saksi dalam persidangan perkara dugaan ijazah palsu. Jokowi direncanakan...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Detik Detik Menag Singgung Negara Adidaya
08:26
Video thumbnail
Sudaryono Ungkap Temuan Mengejutkan, Ratusan Rekening Ganda MBG Terisi Ratusan Miliar #shorts
01:47
Video thumbnail
BGN Ungkap Ratusan Rekening Ganda MBG, Dapur Belum Jalan, Uang Rp414 Miliar Sudah Masuk
08:09
Video thumbnail
Gerindra Mulai Pemanasan, Dasco Minta Kader Gerindra Mulai Bersiap
08:07
Video thumbnail
WNI di Hong Kong Acungkan Salam Tiga Jari, Simbol Kemarahan dan Protes terhadap Pemerintah #shorts
01:47
Video thumbnail
Di Hadapan 8 Menteri, WNI di Hong Kong Acungkan Salam Tiga Jari sebagai Simbol Kemarahan
08:09
Video thumbnail
WNI Ungkap Nasib PMI, Kerja di Hong Kong, Pulang ke Indonesia Justru Dicap Janda Kaya
08:22
Video thumbnail
Dasco Kobarkan Semangat Kader Gerindra, Lantang Suarakan Prabowo Dua Periode #shorts #trending
01:02
Video thumbnail
Gerindra Mulai Panaskan Mesin, Dasco Ajak Kader Kompak Suarakan Prabowo Dua Periode
08:04
Video thumbnail
Peringatan Keras Prabowo Korupsi dan Penyelewengan Disebut Jadi Awal Hancurnya Bangsa
08:51
Video thumbnail
Prabowo: Pemimpin yang Malas Belajar Sejarah Akan Dihukum Sejarah #shorts #trending
01:16
Video thumbnail
Prabowo: Pemimpin yang Malas Belajar Sejarah Akan Dihukum Sejarah
09:13
Video thumbnail
Prabowo Pakai Filosofi Telur dan Ayam, Bicara Masa Depan Pendidikan Berkualitas #shorts #trending
02:00
Video thumbnail
Mana Lebih Dulu, Telur atau Ayam? Begini Cara Prabowo Bicara soal Pendidikan Berkualitas
10:05
Video thumbnail
Indonesia Kuat Tapi Pengawasan Aparat Yang Lemah #shorts #trending
01:20
Video thumbnail
Indonesia Tak Lemah Yang Lemah Itu Pengawasan Aparat
07:55
Video thumbnail
Cuma Duduk Diam, Bisa Kantongi Rp20 Juta Sebulan, Kok Bisa?
06:02
Video thumbnail
Sudaryono Geram, Dapur MBG Berdekatan dengan Kandang Babi #shorts #trending
01:53
Video thumbnail
Sudaryono Geram, Dapur MBG Berdekatan dengan Kandang Babi
08:39
Video thumbnail
65 Juta Anak Muda Nganggur, Erick Thohir Siapkan 300 Ribu Kesempatan Magang
10:06

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER