JCCNetwork.id – Sekretaris Jenderal Pasbata, Budiyanto Hadinegoro, mengungkapkan duka mendalam atas meninggalnya Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Drs. H Fathan Subchi, M.A.P, CIISA, ChFA. Bagi Budiyanto, kepergian Fathan yang juga Ketua IKA PMII itu bukan sekadar kehilangan seorang sahabat, tetapi juga sosok senior, mentor, dan panutan dalam membangun persahabatan serta pergerakan di lapangan.
Budiyanto mengaku sangat terpukul atas kepergian Fathan yang selama ini dikenalnya sebagai pribadi baik hati, rendah hati, dan terbuka kepada siapa saja. Menurutnya, almarhum memiliki keistimewaan dalam menjalin hubungan dengan berbagai kalangan tanpa membedakan latar belakang maupun kedudukan seseorang.
“Sebagai sahabat, saya sangat terpukul dengan meninggalnya Pak Fathan Subchi. Beliau bukan hanya sahabat, tetapi juga senior dan mentor bagi kami. Sosoknya sangat baik hati, mampu merangkul siapa saja, dan kebaikannya luar biasa,” ujar Budiyanto.
Ia mengenang Fathan sebagai sosok yang memiliki peran penting dalam perjalanan persahabatan dan pergerakan di lapangan. Budiyanto bahkan menyebut almarhum sebagai “Bapak Samudera Pergaulan”, sebuah ungkapan yang menggambarkan luasnya pergaulan Fathan serta kemampuannya membangun kedekatan dengan banyak orang.
“Bagi kami, beliau adalah Bapak Samudera Pergaulan. Beliau mengajarkan nilai-nilai persahabatan tanpa syarat dan membantu siapa saja tanpa pandang bulu. Itulah yang membuat sosok beliau begitu istimewa bagi kami,” tuturnya.
Menurut Budiyanto, salah satu hal yang paling membekas dari Fathan adalah sikapnya yang tidak mudah menghakimi orang lain. Dalam pandangannya, almarhum selalu berusaha membangun hubungan melalui pendekatan yang terbuka dan mengedepankan persahabatan.
“Beliau tidak mudah memandang orang lain sebagai pihak yang salah. Ada nilai kebijaksanaan dan kemanusiaan yang kami pelajari dari beliau, terutama bagaimana menghargai orang lain, menjaga persahabatan, dan tetap membantu sesama tanpa melihat siapa orang tersebut,” kata Budiyanto.
Bagi Budiyanto, keteladanan Fathan tidak hanya terletak pada jabatan yang pernah diembannya sebagai Anggota VI BPK RI, tetapi juga pada sikap dan perlakuannya terhadap orang-orang di sekitarnya. Kebaikan yang diberikan tanpa pamrih menjadi kenangan yang sulit tergantikan bagi sahabat-sahabatnya.
Kepergian Fathan Subchi meninggalkan duka mendalam sekaligus kenangan tentang arti persahabatan yang tulus. Budiyanto berharap nilai-nilai kebaikan, sikap merangkul, serta semangat membantu sesama yang ditunjukkan almarhum semasa hidup dapat terus dijaga dan diteruskan oleh orang-orang yang pernah mengenalnya.
“Bagi kami, beliau akan selalu dikenang bukan hanya sebagai seorang tokoh, tetapi sebagai sahabat dan mentor yang mengajarkan arti persahabatan tanpa syarat. Semoga segala kebaikan beliau menjadi amal jariyah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” pungkasnya.























