JCCNetwork.id- Hashim Djojohadikusumo, adik kandung dari presiden terpilih Prabowo Subianto, menyatakan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan Bank Dunia mengenai rencana peningkatan rasio utang Indonesia dari 38% menjadi 40%.
Hashim, yang merupakan salah satu penasihat terdekat Prabowo dan akan memainkan peran penting dalam pemerintahan baru, menyebut bahwa Bank Dunia melihat kebijakan tersebut sebagai langkah yang tepat. Meski demikian, Hashim tidak mengungkapkan detail percakapannya dengan Bank Dunia.
“Saya sudah berbicara dengan Bank Dunia dan menurut mereka 50% adalah tindakan yang bijaksana,” ungkapnya dikutip dari AFP, Jumat (12/7/2024).
Undang-Undang Keuangan Negara Indonesia, yang diterapkan setelah krisis keuangan Asia pada akhir 1990-an, membatasi defisit anggaran tahunan pemerintah sebesar 3% dari PDB dan rasio utang terhadap PDB maksimum adalah 60%.
Hashim menegaskan bahwa Prabowo tidak akan menerapkan kebijakan ini tanpa terlebih dahulu meningkatkan penerimaan negara dari berbagai sumber seperti pajak, cukai, PNBP, dividen, dan royalti.
“Kami tidak ingin menaikkan tingkat utang tanpa meningkatkan pendapatan,” tegas Hashim.



