Warga eks Kampung Bayam Bersyukur Dapat Ganti Untung – Peningkatan Kompetensi: Siap Jalani Hidup yang Lebih Baik

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Warga eks Kampung Bayam, Jakarta Utara menegaskan telah mendapatkan ganti untung terkait pembongkaran hunian mereka untuk pembangunan Jakarta Internasional Stadium (JIS). Adapun pembangunan ini dikelola langsung oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Tak hanya sekedar ganti untung melalui Rencana Aksi Penanganan (RAP), diketahui Jakpro juga telah memberikan pemberdayaan, pelatihan, hingga akses pekerjaan dan peningkatan kompetensi kepada warga yang terdampak.

- Advertisement -

Terkait hal ini, salah satu warga eks Kampung Bayam, Karyono kepada wartawan mengungkapkan bahwa dirinya telah mendapatkan ganti untung dari pihak Jakpro. Ia mengaku juga telah mengikuti berbagai program pelatihan hingga peningkatan kompetisi dari Jakpro.

“Iya, saya sudah mendapatkan ganti untung. Saya juga pernah mengikuti pelatihan yang diberikan Jakpro kepada warga terdampak,” ujar Karyono, Rabu (29/5/2024).

Menurut dia, berbagai pelatihan dan pengembangan kompetisi tersebut, banyak memberikan motivasi dan semangat terhadap warga. Ia berpendapat, pelatihan dan peningkatan kompetisi tersebut dinilai bisa memberikan dampak yang begitu besar terhadap hidup dan kehidupan. Dirinya meyakini hal itu juga dapat memberikan banyak pengalaman.

- Advertisement -

Usai direlokasi, Karyono mengaku kehidupannya masih baik. Hal itu ditopang oleh pekerjaan yang dia jalani saat ini. Meski berprofesi sebagai supir pribadi, ia mengaku masih memiliki harapan untuk masa depan. Tanpa mengecilkan pelatihan yang sempat dijalani bersama Jakpro, pekerjaan saat ini dinilainya masih cukup, meskipun sudah memasuki usia lanjut.

“Bagi teman-teman, ada baiknya apa yang telah kita dapatkan saat ini hendaknya disyukuri. Terlebih bagi teman-teman yang masih terbilang muda, bisa menerapkan pelatihan dan peningkatan kompetensi yang diberikan Jakpro,” ujar dia.

“Kalau saya karena sudah berumur juga, saya lebih mendorong teman-teman yang masih muda untuk menerapkan pelatihan yang didapat. Kalau seumuran saya ini, pasti kesempatan itu bisa dibilang sudah tak bisa ya (karena faktor umur). Nah, yang lebih muda ini pasti punya kesempatan yang lebih besar untuk kehidupan yang lebih baik ke depan,” sambung dia.

Karyono hanya berpesan kepada warga yang masih menuntut untuk mendiami kawasan tersebut agar menerima dengan legowo. Karena hal itu hanya akan mempersulit dan memperkecil kesempatan untuk berkembang dan lebih maju terhadap diri sendiri.

“Saya kira begitu ya, itu sama saja mempersulit diri sendiri. Apalagi sudah mendapatkan ganti untung dan juga mendapatkan pelatihan, pemberdayaan hingga pengingkatan kompetensi kepada warga. Ini kan kesempatan yang diberikan kepada kita,” tegasnya.

Senada dengan Karyono, Dedi yang juga warga eks Kampung Bayam juga mengaku bahwa ini adalah bentuk itikad baik yang ditunjukkan oleh pemerintah, dalam hal ini Jakpro. Ia membayangkan, bagaimana jika semua ini tidak diberikan.

“Pasti akan membingungkan juga kan? Jadi, menurut saya ada baiknya untuk menerima dengan lapang dada. Tidak baik juga karena terus bertahan di sana (Kampung Bayam), tapi akan mempersempit diri kita sendiri. Apalagi kawasan tersebut merupakan tanah milik negara,” terang pria yang mengaku sebagai buruh lepas itu.

Terkait kehidupannya saat ini, dirinya mengaku masih cukup baik. Meski sudah mengikuti berbagai pelatihan yang diberikan, ia mengaku belum berani untuk mengembangkan potensi dirinya. Ia menilai, pekerjaannya saat ini masih cukup untuk menjalani hidup.

“Sudah dapat ganti untung. Ya sesuai lah sama apa yang kita harapkan,” ucapnya.

“Tolonglah dipikir kembali soal ini. Jangan sampai jauh ke dalam (merugikan diri sendiri). Nggak ada gunanya. Karena sejauh ini kita juga mengikuti aturan yang ada ya (tertulis atau secara lisan),” himbau dia.

Dengan berbagai macam bentuk yang telah diberikan kepada warga terdampak, baik ganti untung, pelatihan dan sebagainya, menurut Dedi hal ini sudah lebih dari cukup. “Ya dengan apa yang telah kita dapat, sebenarnya kan itu kembali ke kita masing-masing, bagaimana kita melihatnya ke depan. Terlebih kehidupan yang saat ini semakin sulit. Jadi sekali lagi, jangan mepersulit diri lah,” tegas Dedi.

“Apa yang telah diberikan ini kan sebenarnya sebagai bentuk itikad baik dari pemerintah dan Jakpro sendiri. Jadi, marilah kita berpikir kembali, berpikir untuk ke depannya,” pungkas Dedi.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Rupiah Menguat Tajam ke Level Rp18.070 per Dolar AS

JCCNetwork.id- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengawali perdagangan Kamis (5/11/2026) dengan mencatatkan penguatan cukup signifikan. Mata uang Indonesia tersebut naik 98...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg #shorts #trending
01:20
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg
11:25
Video thumbnail
Penantian Berbuah Manis, Nasib PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Kini Jadi Penuh Waktu #shorts#trending
01:41
Video thumbnail
Pemerintah Putuskan PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Diangkat Jadi Penuh Waktu
11:26
Video thumbnail
Lawan Mafia Beras, Mentan Amran Siapkan Hadiah Buat Warga yang Berani Lapor #shorts #trending
01:54
Video thumbnail
Mentan Amran Siapkan Hadiah bagi Warga yang Berani Laporkan Mafia Beras SPHP
08:05
Video thumbnail
Tersangka Penyadapan Prabowo Bertambah, Irjen SU Diduga Beri Izin kepada Irjen AS #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
Kasus Sadap Prabowo Kian Melebar, Irjen SU Diduga Izinkan Irjen AS Lakukan Penyadapan
05:44
Video thumbnail
Detik-Detik Gubernur Sherly Tampil Cantik di Hadapan Tim Kemendagri saat Presentasi
12:28
Video thumbnail
Di Tengah Gejolak Internal Polri, Suyudi Dapat Dukungan dan Bimbingan dari Para Senior #shorts
01:28
Video thumbnail
Di Tengah Kasus Penyadapan, Suyudi Dapat Dukungan Barisan Jenderal Senior Eks Kapolri
02:32
Video thumbnail
Rocky Gerung Blak-blakan soal Penyadapan, Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Singgung Kasus Penyadapan, Rocky Gerung Sebut Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap
08:26
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini #shorts #trending
01:16
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini
08:46
Video thumbnail
Sorotai Gejolak Internal Polri, Menko Dudung Minta Masyarakat Jangan Resah #shorts #trending
01:50
Video thumbnail
Di Tengah Ramainya Isu Penyadapan dan Gejolak Polri, Ini Pesan Menko Dudung untuk Rakyat
02:11
Video thumbnail
Detik-Detik Hakim Suhartoyo Cecar Pemohon yang Tak Kenakan Toga #shorts #trending
01:48
Video thumbnail
Momen Hakim Suhartoyo Tegur Pemohon Uji UU Polri Tak Pakai Toga: Tidak Usah Ikut Sidang
09:05
Video thumbnail
Mengingat Pidato Prabowo, Pernah Singgung Pertandingan Jenderal-Jenderal #shorts #trending
01:24

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER