JCCNetwork.id – Kontroversi muncul di Kabupaten Garut, Jawa Barat, ketika ada sekelompok oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat terlibat dalam sebuah video dukungan kepada calon wakil presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka.
Dalam video yang menjadi viral di media sosial, sejumlah orang diduga anggota Satpol PP Kabupaten Garut menyatakan dukungan mereka secara tidak langsung kepada calon tersebut.
“Saat ini kaitan dengan video tersebut, sedang kami proses dengan provost Satpol PP Garut,” Kata Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Satpol PP Kabupaten Garut Tubagus Agus Sofyan, dikutip.
Tubagus menegaskan bahwa Satpol PP Garut telah menyatakan ikrar netralitas pada Pemilu 2024, sehingga kejadian ini sangat disayangkan. Meskipun status seluruh pegawai dalam video bukan aparatur sipil negara (ASN), baik PNS maupun PPPK, Tubagus tetap mengecam penggunaan seragam Satpol PP dalam video tersebut.
“Kami belum bisa memastikan kapan video itu dibuat, namun kemungkinan sebelum pelaksanaan ikrar. Untuk pengambilan videonya diperkirakan di salah satu pos yang ada di pusat kota,” ungkap Tubagus.
Dalam upaya menangani masalah ini, Satpol PP Garut bergerak cepat dengan memanggil setiap individu yang terlibat dalam video tersebut.
Tubagus juga menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memastikan kapan video itu dibuat, namun kemungkinan sebelum pelaksanaan ikrar netralitas. Proses investigasi juga melibatkan pencarian informasi mengenai pembuat video dan apakah ada pihak tertentu yang terlibat dalam insiden ini.
“Kami juga akan investigasi siapa pembuat videonya, takutnya ada orang partai yang mengiming-imingi. Kami lakukan investigasi, kami pastikan Satpol PP netral,” tutupnya.
Kontroversi ini mencuat setelah beredar video viral di media sosial, di mana sejumlah orang yang diduga anggota Satpol PP Kabupaten Garut menyatakan dukungan kepada Gibran Rakabuming Raka. Dalam narasinya, mereka menyebut bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin muda di masa depan dan menyampaikan terima kasih kepada Gibran Rakabuming Raka.



