JCCNetwork.id – Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa, lantaran ada peningkatan signifikan dalam jumlah umat Katolik dari tahun ke tahun. Demikian kata Sekretaris Jenderal KAJ, Romo V. Adi Prasojo PR, saat berbagi berita gembira tersebut dalam sebuah podcast di JCCNetwork.
Menurut data statistik terakhir dari Basis Integrasi Data Umat Keuskupan (Biduk), jumlah umat Katolik di KAJ mencapai lebih dari 54.300 jiwa lebih. Pertumbuhan ini diakui sebagai berkat Tuhan dan penyertaan-Nya dalam pengembangan teritorial Keuskupan.
Romo Adi juga menjelaskan bahwa pengembangan teritorial gereja juga terus berjalan di wilayah Tangerang dan Bekasi, hal ini sebagai respons terhadap kepadatan populasi umat Katolik di Jakarta.
Selain itu, Fungsi KAJ juga tidak hanya terbatas pada pelayanan keagamaan, tetapi juga melibatkan Gereja sebagai bagian integral dari bangsa dan negara. Gereja ikut berperan dalam mewujudkan cita-cita negara dengan bergerak bersama dinamika masyarakat.
“Gereja tidak hanya menjadi fungsi pelayanan keagamaan tetapi gereja sebagai bagian dari bangsa dan negara ini dalam keikutsertaan mewujudkan cita-cita Negara didirikan dalam gerak dan dinamika masyarakat,” ucapnya.
Dalam refleksi mengenai peran gereja dalam masyarakat, Romo mengingatkan bahwa umat Katolik diutus untuk menjadi “Garam dan Terang Dunia” sesuai ajaran Tuhan. Artinya, di mana pun umat Katolik berada, mereka diharapkan mewujudkan iman mereka dalam tindakan nyata, menjadi pencerah dan pembawa pesan damai dalam lingkungan sekitar.
Pertumbuhan umat Katolik yang pesat ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan Keuskupan dalam menyebarkan ajaran agama, tetapi juga sebagai kontribusi aktif terhadap pembangunan masyarakat dan negara. Gereja sebagai lembaga keagamaan diakui memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moralitas warga.
























