Dampak El Nino: Krisis Beras Menerjang Dunia dan Harga Melonjak Tajam

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Koma.id- Badai El Nino menjadi aktor utama daripada krisis beras yang meresahkan warga. Kemarau yang tak berkesudahan menyebabkan gagal panen berujung pada pasokan beras berada dalam keadaan genting. Demikian merupakan rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Ada faktor eksternal seperti cuaca, dampak El Nino menyebabkan beberapa wilayah mengalami kekeringan, sehingga memengaruhi produksi,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dikutip.

- Advertisement -

Ternyata bukan hanya di Indonesia, negara-negara penghasil beras dunia seperti Thailand, Vietnam, dan India juga merasakan getaran dari krisis ini. India bahkan terpaksa menerapkan kebijakan pembatasan ekspor beras, yang menjatuhkan pasokan beras ke jurang yang semakin dalam dan memicu kenaikan harga yang signifikan.

BPS telah melaporkan bahwa pada bulan September 2023, harga beras kualitas premium di pabrik penggilingan meroket menjadi Rp 12.900 per kilogram, melambung 9,75 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, harga beras kualitas medium mencapai Rp 12.685 per kilogram, melonjak sebesar 10,55 persen.

Harga rata-rata beras luar kualitas di pabrik penggilingan mencapai Rp 11.746 per kilogram, mengalami kenaikan mencengangkan sebesar 11,59 persen.

- Advertisement -

Dibandingkan dengan September 2022, lonjakan harga beras di pabrik penggilingan pada September 2023 bagi kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing mencapai angka yang sangat mengkhawatirkan, yakni 25,83 persen, 29,64 persen, dan 24,09 persen.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Soleman B. Ponto: Peradilan Militer Tak Bisa Disamakan dengan Sipil

JCCNetwork.id-Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI 2011–2013, Soleman B. Ponto, menegaskan bahwa karakter tegas dalam sistem peradilan militer merupakan konsekuensi dari tuntutan disiplin...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER