Mahasiswa FHUI dan Alumni FHUI Berjuang di MK Demi Batas Usia Capres

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Sebuah langkah berani diambil oleh Soefianto Soetono, seorang pemohon perorangan dan mahasiswa pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), bersama Imam Hermanda, yang juga alumnus FHUI. Keduanya mengajukan uji materi terhadap persyaratan batas usia maksimal 70 tahun bagi calon Presiden dan calon Wakil Presiden di Mahkamah Konstitusi (MK).

Pandangan mereka, Undang-Undang Pemilihan Umum hanya mengatur batas usia minimal 40 tahun untuk calon Presiden dan calon Wakil Presiden (Pasal 169 huruf q Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum), namun tidak ada ketentuan yang mengatur batas usia maksimal.

- Advertisement -

Hal ini ini menjadi suatu yang tidak adil, terutama jika dibandingkan dengan banyak jabatan publik lainnya seperti PNS, TNI, Polri, dan bahkan jabatan seperti Hakim yang memiliki pembatasan usia maksimal.

Bagi mereka pembatasan usia maksimal bagi capres-cawapres tidak akan melanggar hak konstitusional untuk dipilih, melainkan merupakan pengejawantahan amanat konstitusi. Yakni, calon tersebut dianggap cakap dan mampu untuk menjadi Presiden.

Namun, dari sudut pandang mereka sebagai mahasiswa dan praktisi hukum yang mendalami teori dan praktek hukum, ketiadaan batas usia maksimal menciptakan ketidakpastian bagi pemilih muda dalam menggunakan hak pilih mereka dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Ini membuat mereka kesulitan menentukan pilihan mereka di antara capres-cawapres.

- Advertisement -

Soefianto, yang berusia 48 tahun dan Imam Hermanda berusia 38 tahun, sebagai warga negara yang baik, ingin mengikuti pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta menggunakan hak pilih mereka. Namun, karena tidak adanya persyaratan usia maksimal 70 tahun untuk dipilih, hak konstitusional mereka untuk dipilih menjadi hilang.

“Hak untuk dipilih juga merupakan hak konstisusional dari kami. Lalu dikarenakan tidak adanya persyaratan usia maksimal 70 tahun untuk dipilih maka hak konstitusional untuk dipilih menjadi hilang,” kata Soefianto Soetono dalam keterangannya, Minggu (20/8/2023).

Pada tanggal 21 Agustus 2023, Soefianto dan Imam Hermanda, sebagai bagian dari kaum intelektual muda dan generasi milenial yang kritis akan mengajukan akan uji materi terhadap persyaratan usia calon Presiden dan calon Wakil Presiden sebagai bentuk pelaksanaan hak konstitusional keduanya. Harapannya langkah ini akan membuka jalan bagi mereka untuk dapat dipilih dengan batas usia maksimal 70 tahun.

Ada beberapa alasan yang menjadi dasar dalam mengajukan uji materi ini. Di antaranya ketiadaan norma yang mengatur batas usia maksimal calon Presiden dan calon Wakil Presiden, hilangnya jaminan dan kepastian bagi kaum muda dalam memilih calon sesuai amanat Konstitusi, dan adanya inkonsistensi antara Undang-Undang Pemilu dengan UUD 1945.

“Lalu adanya keinginan kaum muda pada saat ini ingin maju dan bermimpi
besar serta ikut andil dalam mendorong serta memajukan Indonesia
menjadi Negara maju melalui figure capres dan cawapres yang tepat
sesuai amanat Konstitusi,” tutup Imam Hermanda.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kebakaran Hanguskan Puluhan Kios Pasar Cukir Jombang

JCCNetwork.id- Kebakaran melanda Pasar Cukir di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026) pagi. Kobaran api menghanguskan puluhan kios, termasuk bangunan dan barang...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Di Forum Titipan Rakyat Formappi Sebut DPR Tak Berani Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja ke Prabowo
19:23
Video thumbnail
Titipan Rakyat Buat Presiden, 2 Kilometer dari Istana, Rakyat Masih Berhutang
13:17
Video thumbnail
TR untuk Prabowo-Gibran: Jangan Cuma Janji, Rakyat Menunggu Bukti Perubahan
08:43
Video thumbnail
TR Buat Prabowo-Gibran Warga Sudah Susah, Rumah Malah Mangkrak Gegara Anggaran Bedah Rumah Tak Cukup
08:01
Video thumbnail
Depan Prabowo, Kapolri Suyudi Beberkan 11 Korporasi Berstatus Tersangka Karhutla Kalimantan
08:09
Video thumbnail
Detik-Detik Rocky Gerung Hentikan Presma Unimed saat Bertanya #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
Momen Debat Rocky Gerung dan Presma Unimed, Pertanyaan Langsung Dihentikan: Saya Tak Izinkan
08:34
Video thumbnail
Pedas, KDM Soroti Bekasi, Duit Banyak tapi Lingkungan Masih Berantakan #shorts #trending
01:24
Video thumbnail
Momen Prabowo Soroti Jajaran Wantimpres: Isinya Tokoh-Tokoh Nasional, Ngeri
08:08
Video thumbnail
Momen Prabowo Puji Mentan Amran, Produksi Pangan Digenjot Tanpa Buka Hutan Primer #shorts #trending
01:10
Video thumbnail
Momen Prabowo Puji Mentan Amran, Produksi Pangan Digenjot Tanpa Buka Hutan Primer
08:26
Video thumbnail
Prabowo Luruskan Soal BBM Bali, Bukan Stok Habis tapi Distribusi Terlambat #shorts #trending
00:41
Video thumbnail
Prabowo Tegaskan Antrean BBM di Bali Bukan Langka, tapi Distribusi Terlambat
08:02
Video thumbnail
Prabowo Dengar Langsung, Bahlil Ungkap Penyebab BBM Bali Sempat Langka
08:23
Video thumbnail
Prabowo Akui MBG Masih Banyak Kekurangan, Pelanggar Ditindak hingga Dipecat #shorts #trending
01:03
Video thumbnail
Prabowo Blak-blakan, MBG Masih Banyak Kekurangan, Pelanggar Ditindak, Pecat sampai Bersih
08:02
Video thumbnail
Pedas! KDM Soroti Bekasi, Duit Banyak tapi Lingkungan Masih Berantakan
09:07
Video thumbnail
Momen Dedi Mulyadi Pimpin Langsung Pelantikan Bupati Bekasi
08:32
Video thumbnail
Titipan Rakyat ke Presiden Prabowo: Bunga Pinjol Buat Hidup Rakyat Mengenaskan #shorts #trending
02:03
Video thumbnail
TR Buat Bapak Presiden Prabowo Banyak Rakyat Terjerat Pinjol Gegara Nganggur
06:06

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER