Penerbangan Terganggu, KAI Perkuat Angkutan Darat

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Gangguan penerbangan yang terjadi akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mendorong masyarakat mencari alternatif transportasi untuk melakukan perjalanan dari Jakarta menuju sejumlah kota di Pulau Jawa.

Di tengah kondisi tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengambil langkah antisipatif dengan meningkatkan kapasitas angkutan pada sejumlah perjalanan kereta api pada Senin (7/9). Penambahan kapasitas dilakukan untuk mengakomodasi meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat melalui jalur darat.

- Advertisement -

Sejumlah perjalanan yang mendapatkan tambahan rangkaian melayani rute strategis dari Jakarta menuju Cirebon, Tegal, Semarang hingga Surabaya. Penambahan ini diharapkan dapat memberikan pilihan perjalanan bagi masyarakat yang terdampak pembatalan atau terganggunya penerbangan.

Salah satu perjalanan yang mendapat penambahan kapasitas adalah KA 2B Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi. KAI menambah rangkaian kereta pada perjalanan tersebut sehingga total menjadi sembilan kereta eksekutif.

Kereta yang digunakan merupakan rangkaian Stainless Steel New Generation yang memiliki kapasitas angkut lebih besar serta menjadi bagian dari upaya KAI meningkatkan layanan kepada penumpang.

- Advertisement -

Selain Argo Bromo Anggrek, peningkatan kapasitas juga diberlakukan pada KA Tegal Bahari untuk perjalanan Pasarsenen–Tegal dan Tegal–Pasarsenen. Hal serupa dilakukan pada KA Gumarang dengan rute Pasarsenen–Surabaya Pasarturi.

Untuk tiga perjalanan tersebut, KAI menggunakan kombinasi kereta eksekutif dan ekonomi Stainless Steel New Generation. Masing-masing perjalanan memiliki komposisi empat kereta eksekutif dan tujuh kereta ekonomi.

Penambahan kapasitas juga diberikan untuk empat perjalanan KA Gunung Jati. Kereta tersebut melayani sejumlah perjalanan, yakni Cirebon–Gambir, Gambir–Semarang Tawang, Semarang Tawang–Gambir serta Gambir–Cirebon.

Setelah dilakukan penyesuaian, kapasitas KA Gunung Jati menjadi lima kereta eksekutif dan lima kereta ekonomi. Rangkaian yang digunakan untuk perjalanan tersebut merupakan sarana New Image.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan keputusan meningkatkan kapasitas kereta dilakukan berdasarkan pemantauan terhadap kebutuhan perjalanan masyarakat serta situasi operasional yang berlangsung di lapangan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari respons KAI terhadap perubahan pola mobilitas masyarakat menyusul terganggunya perjalanan udara. Ketika sejumlah penerbangan mengalami pembatalan, kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melanjutkan perjalanan antarkota.

Gangguan penerbangan tersebut berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level III atau Siaga. Sebaran abu vulkanik dari aktivitas gunung api tersebut sebelumnya memengaruhi operasional penerbangan di sejumlah wilayah.

Kondisi atmosfer dan keberadaan abu vulkanik menjadi perhatian dalam operasional penerbangan karena dapat mengganggu keselamatan serta kelancaran penerbangan. Akibatnya, sejumlah perjalanan udara harus mengalami penyesuaian, termasuk pembatalan penerbangan.

Situasi ini kemudian berdampak pada mobilitas masyarakat yang telah merencanakan perjalanan menggunakan pesawat dari Jakarta menuju berbagai daerah di Pulau Jawa. Sebagian calon penumpang pun berpotensi mengalihkan perjalanan menggunakan moda transportasi darat.

KAI melihat kondisi tersebut sebagai bagian dari kebutuhan layanan transportasi yang harus diantisipasi. Dengan menambah kapasitas pada sejumlah perjalanan, perusahaan berupaya menyediakan lebih banyak tempat duduk bagi masyarakat yang membutuhkan perjalanan antarkota.

Rute-rute yang mendapatkan tambahan kapasitas juga merupakan jalur dengan konektivitas penting. Jakarta menjadi salah satu pusat keberangkatan, sementara Cirebon, Tegal, Semarang dan Surabaya merupakan sejumlah kota tujuan utama yang memiliki mobilitas masyarakat cukup tinggi.

KAI mengimbau masyarakat yang berencana menggunakan kereta api untuk melakukan perjalanan pada periode gangguan penerbangan agar memastikan informasi perjalanan sebelum menuju stasiun.

Calon penumpang dapat memeriksa jadwal keberangkatan, ketersediaan tiket serta informasi perjalanan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI maupun kanal informasi resmi perusahaan.

Masyarakat juga diingatkan untuk menyesuaikan waktu keberangkatan dengan kondisi perjalanan dan datang lebih awal ke stasiun guna mengantisipasi kepadatan apabila terjadi peningkatan jumlah penumpang.

Penambahan kapasitas tersebut menunjukkan peran moda transportasi kereta api sebagai salah satu alternatif ketika perjalanan udara mengalami gangguan. Dengan penyesuaian rangkaian pada sejumlah kereta, KAI berupaya menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di tengah situasi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kondisi Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap transportasi masih menjadi perhatian. Karena itu, masyarakat yang hendak bepergian diimbau terus mengikuti informasi terbaru dari pihak berwenang serta memastikan moda transportasi yang digunakan dalam kondisi operasional sebelum melakukan perjalanan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Prabowo Hadiri Forum Ekonomi di Vladivostok

JCCNetwork.id- Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Vladivostok, Rusia, Selasa (1/9) malam, untuk menjalankan agenda kunjungan kerja sekaligus menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11.Pesawat yang...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER