Jokowi Bukan ‘Pak Lurah’, CREED: Presiden Pastikan Estafet Kepemimpinan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Dalam Sidang Paripurna Istimewa MPR, DPR, dan DPD RI tahun 2023 di Gedung Parlemen Jakarta, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menunjukkan sikap tegasnya. Melalui Pidato Kenegaraannya, Jokowi memastikan bahwa ia bukanlah sembarang figur dalam dunia politik, melainkan seorang pemimpin yang memiliki integritas dan komitmen.

Direktur Eksekutif Center for Research on Ethics Economy and Democracy (CREED), Yoseph Billie Dosiwoda, menyoroti poin penting dari ketegasan Jokowi. Dalam konteks tahun politik menuju Pilpres 2024, Jokowi menegaskan dukungannya terhadap restu koalisi capres dan cawapres. Tindakan ini menunjukkan bahwa Jokowi bukanlah “Pak Lurah” yang sembrono, tetapi seorang pemimpin yang memastikan pergantian kepemimpinan berjalan lancar dan terkendali.

- Advertisement -

 

Seiring dengan pernyataan Jokowi, Yoseph merasa bahwa narasi bahwa Presiden terlibat dalam “cawe-cawe” politik telah terbantahkan. Jokowi menegaskan pentingnya memastikan estafet kepemimpinan kepada individu yang memiliki integritas dan kemampuan. Ia menggambarkan bahwa pemimpin masa depan harus memiliki keberanian dalam mengambil keputusan sulit dan tidak populer, serta memiliki public trust sebagai modal politik untuk memimpin bangsa.

“Jokowi hanya ingin memastikan estafet kepemimpinannya kepada orang yang benar,” kata Yoseph, dalam keterangannya kepada JCCNetwork.id, Rabu (16/8/2023).

- Advertisement -

Tak hanya itu, Jokowi juga menyinggung kritik pedas yang sering ia terima, seperti “saya ini bodoh, plonga-plongo, tidak tahu apa-apa, Fir’aun, tolol”. Penegasan Jokowi ini menunjukkan keteguhan batinnya dalam menghadapi kritik dan mencerminkan pendekatan dewasa terhadap pandangan yang berseberangan.

Jadi, menurut Yoseph apa yang apa telah disampaikan Rocky Gerung yang menggunakan diksi kasar seperti “bajingan tolol” dalam kritiknya terhadap Jokowi tidak sesuai dengan etika dan moral yang seharusnya dimiliki oleh seorang pengamat politik.

“Justru ini menjatuhkan marwah personal Rocky Gerung sendiri sebagai kelas pengamat politik,” ucapnya.

Ke depan menuju Pemilu 2024, CREED berharap semua pihak peserta Pemilu akan memprioritaskan etika politik yang beradab. Hindarilah mencatut nama Presiden atau melakukan kampanye hitam dengan menyebarkan isu hoaks dan politik identitas. Jadi berikanlah pendidikan politik yang bermutu kepada masyarakat, sampaikan program-progam pro rakyat dengan baik, dan mendorong perkembangan positif bagi Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan.

“Berikanlah Pendidikan politik yang baik dan adab kepada publik dengan menyampaikan keberlangsungan subtansi program-program pro rakyat,” tutupnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Dua Gempa Kecil Terjadi di Kalsel Siang Ini

JCCNetwork.id-Dua gempa bumi berkekuatan kecil mengguncang wilayah Kabupaten Balangan dan Tabalong, Kalimantan Selatan, pada Senin (20/4/2026) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan peristiwa...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER