JCCNetwork.id– Maraknya kebiasan masyarakat membakar sampah terutama sampah plastik mengundang respon dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman yang menyebut, asap dari sampah plastik dapat menyebabkan sel kanker.
“Sampah plastik jika dibakar itu akan hasilkan gas dioksida itu kalau dihirup sampai kadar tertentu akan menyebabkan, sel kanker,” ungkap Kepala DLH Kabupaten Sleman Epiphana Kristiyani yang dikutip dari Radarjogja Kamis (3/8/2023).
Epi menjelaskan masyarakat Yogyakarta perlu ketahui, asap dari sampah plastik mengandung gas dioksida. Jika dihirup akan menimbulkan sel kanker.
“Harus hati-hati soalnya plastik yang ada di Indonesia itu rata-rata plastik yang tidak ramah lingkungan karena dibuat dari polivinil klorida,” jelas Epi.
Epi memaparkan, rata-rata sampah plastik di Indonsia tidak ramah lingkungan sebab terbuat dari polivinil klorida sehingga dapat mempengaruhi kesehatan jika asap tersebut dihirup manusia.
Maka, itu Epi minta agar semua warga di Jogja jangan lagi membakar sampah terutama sampah palstik demi kesehatan bersama. Dia juga menganjurkan, semua palstik sisa pemakain itu sebaiknya dibersihkan lalu dijual ke tukang loak.
“Plastik yang kotor dibersihkan kemudian dijual, laku kok ditukang loak. Apalagi kondisi bersih itu laku,” tandasnya.
Hal ini menanggapi maraknya sampah yang mulai berceceran di wilayah Yogyakarta khususnya Kabupaten Sleman, semenjak ditutupnya TPA Piyungan di Bantul selama 1,5 bulan oleh Pemda DIY.



