JCCNetwork.id-Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Lebak, Banten, mengalami peningkatan sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mencatat 793 kasus, naik 191 kasus dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang berjumlah 602 kasus.
Dari total kasus tersebut, tiga pasien dilaporkan meninggal dunia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lebak, Nining Tilawah, mengatakan peningkatan kasus tersebut menjadi perhatian karena DBD dapat berkembang menjadi kondisi yang berujung fatal.
“Dari ratusan kasus tersebut, Kecamatan Rangkasbitung menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi. Sebanyak 148 kasus atau sekitar 18,6% dari total kasus DBD di Lebak tercatat di wilayah itu,” kata Nining kepada wartawan, Jumat (25/9/2026).
Nining menjelaskan, peningkatan kasus DBD dipengaruhi sejumlah kondisi lingkungan dan cuaca.
Suhu yang hangat serta perubahan iklim dapat mendukung perkembangan nyamuk Aedes aegypti, sedangkan genangan air menjadi lokasi yang memungkinkan nyamuk berkembang biak.
“Faktor lainnya adalah penduduk yang padat dan pengelolaan air yang kurang baik, sehingga menimbulkan tempat perindukan nyamuk,” ujarnya.
Kepadatan penduduk dan buruknya pengelolaan air juga menjadi faktor yang berpotensi meningkatkan tempat perindukan nyamuk.
Untuk menekan penyebaran DBD, Dinkes Lebak mengimbau masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin.
Upaya tersebut dapat dilakukan melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras dan membersihkan tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, serta menyingkirkan barang-barang yang dapat menampung air dan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Selain itu, warga dianjurkan menggunakan pakaian yang menutup sebagian besar tubuh, memakai obat antinyamuk, memasang kawat kasa pada ventilasi, dan menghindari kebiasaan menggantung pakaian bekas pakai di dalam rumah.
Dinkes juga meminta pemeriksaan keberadaan jentik dilakukan sedikitnya sekali dalam sepekan.
Apabila ditemukan jentik, tempat yang menjadi sumber perkembangbiakan harus segera dibersihkan.
Langkah pencegahan juga perlu dilakukan warga yang meninggalkan rumah dalam waktu lama.
Sebelum bepergian lebih dari sepekan, tempat penampungan air dianjurkan dikosongkan atau ditutup rapat agar tidak menjadi lokasi nyamuk bertelur.
“Jika mau bepergian, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah DBD di antaranya menutup tempat penampungan air untuk mencegah nyamuk bertelur di permukaan air,” tandasnya.
























