JCCNetwork.id- Pemerintah terus memperkuat implementasi Program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari strategi nasional dalam memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satu pelaksanaan program tersebut terlihat di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru, Banjarbaru, yang mulai menunjukkan hasil konkret di lapangan.
Kepala SRT 9 Banjarbaru, Rifki Hakim, menyampaikan bahwa program pendidikan gratis ini tidak hanya membuka kesempatan belajar bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan tenaga pengajar dari berbagai wilayah di Indonesia. Kehadiran guru dari latar belakang yang beragam dinilai memberikan nilai tambah dalam proses pembelajaran.
Menurutnya, tenaga pendidik yang berasal dari berbagai daerah seperti Jawa, Nusa Tenggara, hingga Kalimantan Selatan mampu memperkaya perspektif siswa sekaligus menciptakan suasana belajar yang dinamis. Seluruh guru di sekolah tersebut telah berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sehingga memiliki kepastian karier dan dapat lebih fokus menjalankan tugas profesional.
“Guru berasal dari berbagai wilayah seperti Jawa, Nusa Tenggara, hingga Kalimantan Selatan. Hal ini memberi warna tersendiri dalam proses belajar,” ujarnya.
Selain itu, operasional sekolah juga didukung oleh tenaga pendamping yang memastikan seluruh kegiatan berjalan optimal setiap hari. Sistem pendidikan yang diterapkan di SRT 9 Banjarbaru mengusung konsep berbasis asrama, yang memungkinkan pembinaan siswa dilakukan secara menyeluruh.
Melalui sistem ini, kebutuhan dasar siswa mulai dari konsumsi, keamanan, hingga pendampingan harian terpenuhi secara terpadu. Lingkungan asrama juga berperan dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta kemandirian siswa secara berkelanjutan, tidak hanya berfokus pada capaian akademik.
Di tingkat nasional, perhatian terhadap program ini juga semakin meningkat. Presiden Prabowo Subianto secara khusus menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap pembangunan dan pelaksanaan Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyatakan bahwa pengawasan diperlukan untuk memastikan seluruh tahapan program berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, serta berkelanjutan. Ia menegaskan, pengawalan tidak hanya menyangkut penggunaan anggaran, tetapi juga kesiapan administrasi hingga implementasi di lapangan.
Lebih lanjut, Cucun menilai Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas dalam upaya menyediakan layanan pendidikan bagi masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses. Program tersebut juga dipandang sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas SDM nasional sebagai investasi jangka panjang.
Ia juga mendorong penguatan sinergi lintas kementerian agar pelaksanaan program berjalan lebih komprehensif, mulai dari penyusunan kurikulum hingga pembinaan karakter siswa. Koordinasi yang baik antarinstansi dinilai penting untuk menghindari tumpang tindih kebijakan serta mempercepat penyelesaian berbagai kendala di lapangan.
Dengan pendekatan terintegrasi dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah optimistis Program Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi nyata dalam pemerataan pendidikan sekaligus mencetak generasi unggul yang siap bersaing di tingkat global.



