JCCNetwork.id- Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Kabupaten Flores Timur pada Rabu (8/4/2026) malam. Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan, bahkan sebagian dilaporkan roboh.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, gempa terjadi sekitar pukul 23.17 WIB dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 21 kilometer tenggara Larantuka. Gempa tercatat pada koordinat 8,36 derajat Lintang Selatan dan 123,15 derajat Bujur Timur dengan kedalaman dangkal, yakni 5 kilometer.
Getaran gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di wilayah Pulau Adonara, terutama di kawasan Kecamatan Adonara Timur. Warga setempat melaporkan kepanikan terjadi sesaat setelah guncangan dirasakan, mengingat intensitasnya yang cukup signifikan.
Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di Desa Terong dan Desa Lamahala. Selain itu, sejumlah wilayah lain seperti Waiwerang dan Waiburak turut terdampak dengan tingkat kerusakan bervariasi. Hingga Kamis (9/4/2026), data sementara mencatat sedikitnya 70 rumah warga mengalami kerusakan, baik ringan hingga berat.
Seorang warga Adonara, Abid Rajendra, mengungkapkan gempa utama disertai serangkaian gempa susulan yang masih dirasakan hingga keesokan harinya. Ia menyebutkan, intensitas gempa susulan membuat masyarakat memilih bertahan di luar rumah demi menghindari risiko bangunan runtuh.
“Ada beberapa rumah warga rusak. Sampai siang ini masih terjadi gempa susulan yang dirasakan masyarakat,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Gempa susulan dilaporkan terjadi lebih dari sepuluh kali sejak peristiwa utama berlangsung. Kondisi tersebut mendorong warga, mulai dari lansia, anak-anak hingga bayi, untuk mengungsi sementara di ruang terbuka.
Belum terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun demikian, petugas masih terus melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan yang ditimbulkan. Jumlah bangunan terdampak diperkirakan masih berpotensi bertambah seiring proses verifikasi di lapangan yang masih berlangsung.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait kini fokus pada penanganan darurat serta memastikan keselamatan warga di wilayah terdampak gempa.



