JCCNetwork.id-Pemerintah Indonesia menetapkan Bandara Kertajati sebagai lokasi pusat pemeliharaan dan perbaikan (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO) pesawat Hercules buatan Amerika Serikat untuk kawasan Asia.
Keputusan itu menyusul keinginan pemerintah Amerika Serikat agar Indonesia menjadi basis layanan teknis pesawat angkut Hercules di regional.
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional, Tubagus Ace Hasan Syadzily, mengatakan penunjukan Bandara Kertajati dinilai tepat karena selama ini bandara tersebut belum optimal sebagai pusat penerbangan komersial.
Menurut Ace, pengembangan fasilitas MRO di Kertajati dapat memberikan dampak ekonomi sekaligus memperkuat sektor pertahanan nasional, terutama dalam dukungan terhadap operasional alat utama sistem persenjataan (alutsista) berupa pesawat angkut Hercules.
“Prinsipnya begini. Bagi kita, jika memang itu bagian dari investasi, tentu kita harus berikan kepada siapa pun. Nah, ketika Bandara Kertajati yang memang selama ini tidak berfungsi sebagai bandara komersial, dan sekarang mau dijadikan sebagai manufaktur atau servis dari Hercules, saya kira harus dilihat juga sebagai bagian dari investasi yang dipercayakan kepada Indonesia,” kata Ace di Gedung Lemhannas, Jakarta Pusat, Ahad (24/5/2026).
Ia menambahkan, keberadaan pusat MRO Hercules di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kapasitas industri pertahanan nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar Kertajati.
“Sehingga kita harapkan ini juga bisa menjadi bagian dari memperkuat pertahanan kita melalui alutsista, salah satunya melalui pesawat angkut seperti Hercules. Sehingga mungkin juga dampaknya bisa dirasakan untuk ekonomi kita,” ujar Ace.
Dalam kesempatan yang sama, Lemhannas juga memperingati hari ulang tahun ke-61 dengan mengusung tema transformasi lembaga untuk memperkuat ketahanan nasional.
“Kegiatan Lemhannas Fun Run ini sebagai simbol dari komitmen Lemhannas untuk terus berlari memperkuat dan mengokohkan ketahanan nasional,” kata Ace didampingi Wakil Gubernur Lemhannas Laksdya Erwin S Aldedharma dan Pangdam Merdeka Mayjen Mirza Agus.
Peringatan tersebut ditandai dengan kegiatan Fun Run yang diikuti lebih dari 2.500 peserta.
“Transformasi Lemhannas Republik Indonesia untuk Mengokohkan Ketahanan Nasional”.
Ace menyebut peringatan HUT Lemhannas menjadi momentum mempertegas komitmen lembaga dalam mendukung program pembangunan nasional dan visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan ketahanan nasional.
“Kita harapkan dengan ketahanan nasional yang kokoh maka Astacita bisa dapat diimplementasikan menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Ace.


















