JCCNetwork.id- Pergerakan harga pangan nasional menunjukkan kecenderungan menurun pada Sabtu (4/4/2026), meski sejumlah komoditas strategis masih mengalami kenaikan. Penurunan terutama terjadi pada komoditas utama seperti beras, cabai, daging sapi, dan telur ayam ras.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) yang dirilis Bank Indonesia, mayoritas jenis beras mengalami koreksi harga. Beras kualitas bawah I tercatat turun 1,37 persen menjadi Rp14.350 per kilogram. Beras kualitas medium II juga mengalami penurunan 1,26 persen ke level Rp15.700 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas super I turun 2,03 persen menjadi Rp16.900 per kilogram dan beras super II melemah 1,79 persen menjadi Rp16.500 per kilogram.
Di sisi lain, beras kualitas bawah II justru mengalami kenaikan cukup signifikan sebesar 4,48 persen menjadi Rp15.150 per kilogram. Adapun beras medium I tercatat stabil di angka Rp16.050 per kilogram.
Penurunan harga paling tajam terjadi pada kelompok cabai. Cabai rawit hijau merosot 26,79 persen menjadi Rp44.400 per kilogram. Cabai merah keriting turun 16,73 persen menjadi Rp42.550 per kilogram, sementara cabai merah besar terkoreksi 6,35 persen ke level Rp48.700 per kilogram. Cabai rawit merah juga turun, meski terbatas sebesar 1,6 persen menjadi Rp83.150 per kilogram.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi mengalami penurunan. Daging sapi kualitas I turun 1,78 persen menjadi Rp146.550 per kilogram, sedangkan kualitas II turun 1,03 persen menjadi Rp139.450 per kilogram. Berbeda dengan sapi, harga daging ayam ras segar justru naik tipis 1,03 persen menjadi Rp44.000 per kilogram.
Telur ayam ras segar turut mengalami penurunan harga sebesar 3,87 persen menjadi Rp32.300 per kilogram, memperkuat tren koreksi pada sebagian komoditas pangan.
Sementara itu, sejumlah bahan pokok lainnya masih menunjukkan tren kenaikan. Harga bawang merah naik 3,36 persen menjadi Rp47.650 per kilogram, sedangkan bawang putih turun 1,49 persen menjadi Rp39.650 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas gula dan minyak goreng. Gula pasir premium naik 1,5 persen menjadi Rp20.350 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal naik 0,53 persen menjadi Rp18.950 per kilogram. Minyak goreng curah meningkat 3,54 persen menjadi Rp20.500 per liter.
Untuk minyak goreng kemasan, harga turut mengalami kenaikan, masing-masing 1,53 persen untuk kemasan bermerek I menjadi Rp23.300 per liter dan 1,37 persen untuk kemasan bermerek II menjadi Rp22.200 per liter.
Data ini mencerminkan dinamika harga pangan yang masih berfluktuasi di tengah momentum libur panjang, dengan penurunan terjadi pada sejumlah komoditas utama namun diiringi kenaikan pada bahan pokok lainnya.



