JCCNetwork.id- Tingginya kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) masih menjadi ancaman tersembunyi bagi kesehatan masyarakat. Data kesehatan menunjukkan sekitar 40 persen orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki kadar LDL di atas ambang normal, kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah jika tidak ditangani sejak dini.
Kolesterol LDL yang berlebih dapat memicu penumpukan plak pada dinding arteri. Proses ini berlangsung perlahan dan kerap tanpa gejala, hingga akhirnya meningkatkan risiko serangan jantung maupun stroke. Para ahli menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan rutin serta perubahan gaya hidup, terutama pola makan.
Salah satu langkah sederhana yang dinilai dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap terkendali adalah memilih minuman sehat di pagi hari. Ahli gizi terdaftar, Karman Meyer, menjelaskan bahwa jus buah delima mengandung polifenol tinggi, yakni senyawa antioksidan yang berperan melindungi kolesterol LDL dari proses oksidasi.
“Jus delima kaya akan polifenol, antioksidan kuat yang membantu melindungi kolesterol LDL dari kerusakan oksidatif, yang merupakan langkah kunci dalam pembentukan plak,” kata Ahli Gizi terdaftar Karman Meyer, RDN.
Sejumlah penelitian mendukung temuan tersebut. Dalam studi berskala kecil yang melibatkan orang dewasa paruh baya dengan berat badan berlebih dan dislipidemia—kondisi gangguan kadar lemak dalam darah—konsumsi sekitar satu cangkir jus delima setiap hari selama dua pekan dikaitkan dengan penurunan kadar LDL. Selain itu, pada penderita hipertensi, buah delima juga dilaporkan berkontribusi membantu menurunkan tekanan darah.
Tak hanya jus delima, pilihan minuman lain juga dapat memberikan manfaat serupa. Ahli gizi Ali McGowan menyarankan smoothie berbahan dasar susu oat tanpa pemanis, buah beri, dan biji chia sebagai alternatif minuman pagi yang menyehatkan jantung. Kombinasi tersebut kaya serat larut yang diketahui mampu membantu mengurangi penyerapan kolesterol dalam saluran cerna.
Sementara itu, ahli gizi Amy Woodman merekomendasikan konsumsi jus tomat. Kandungan likopen dalam tomat—antioksidan yang memberi warna merah alami—disebut berperan dalam meningkatkan kadar kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL). Namun, masyarakat diimbau memilih jus tomat rendah atau tanpa tambahan garam guna menjaga tekanan darah tetap stabil.
Bagi yang lebih menyukai minuman hangat, teh hijau juga dinilai sebagai pilihan tepat. Minuman ini mengandung antioksidan katekin yang dalam sejumlah studi klinis dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol total maupun LDL secara moderat.
“Konsumsi teh hijau telah dikaitkan dengan penurunan kolesterol total dan LDL yang moderat dalam studi klinis,” kata McGowan.
Para pakar mengingatkan bahwa menjaga kesehatan jantung tidak cukup hanya dengan mengandalkan satu jenis makanan atau minuman. Perubahan kecil yang konsisten, seperti memperbanyak asupan serat, mengurangi lemak jenuh, rutin berolahraga, dan menghindari kebiasaan merokok, menjadi kunci dalam menekan risiko penyakit kardiovaskular.
Dengan meningkatnya kesadaran terhadap pemeriksaan kolesterol dan penerapan pola hidup sehat sejak dini, risiko komplikasi serius akibat kolesterol tinggi dapat ditekan secara signifikan.



